Phenylpropanolamine

Pengertian Phenylpropanolamine

Phenylpropanolamine adalah obat golongan dekongestan yang dapat digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat akibat flu, pilek, sinusitis, atau alergi. Obat ini bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah. Proses penyempitan inilah yang akan membantu meredakan pembengkakan akibat infeksi, sehingga Anda akan lebih mudah bernapas.

Phenylpropanolamine hanya berfungsi untuk meredakan gejala hidung tersumbat dan bukan menyembuhkan penyakit yang menjadi penyebabnya.

Merk Dagang: Hidrasec, Interkrill, Respimer, Respimer Normal Jet Nasal Hygiene, Respimer Baby Decongestant, Respimer Baby Nasal Hygiene, Humalog Mix50, Hypertonic Decongestant, Rindovect, Rosagen, Furamin.

Tentang Phenylpropanolamine

Golongan Dekongestan
Kategori Obat bebas dan resep (tergantung merek)
Manfaat Meredakan hidung tersumbat
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk Tablet, kapsul, obat cair yang diminum
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Obat-obatan yang berdasarkan efek farmakologisnya telah atau diduga mampu memberikan dampak buruk bagi janin, namun tidak sampai menyebabkan suatu kecacatan yang sifatnya permanen.

Phenylpropanolamine merupakan salah satu komposisi dalam berbagai obat. Ada merek yang dapat dibeli secara bebas di apotek dan ada yang harus dengan resep dokter.

Peringatan:

  • Wanita hamil disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan phenylpropanolamine. Sementara ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi obat ini karena efek sampingnya dapat memengaruhi sang bayi.
  • Hubungi dokter jika gejala Anda tidak kunjung reda setelah mengonsumsi phenylpropanolamine selama 1 minggu atau jika disertai demam.
  • Harap berhati-hati bagi pengguna lansia atau jika menderita diabetes, hipertiroidisme, kelebihan berat badan, gangguan makan, angina pektoris, detak jantung yang tidak teratur, glaukoma, pembesaran prostat, gangguan ginjal, serta gangguan hati.
  • Jangan mengonsumsi phenylpropanolamine bersamaan dengan penggunaan monoamine oxidase inhibitor (MAOI).
  • Disarankan untuk mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama menjalani pengobatan dengan phenylpropanolamine, karena obat ini dapat menyebabkan kantuk dan pusing.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Phenylpropanolamine

Phenylpropanolamine termasuk salah satu zat dalam komposisi berbagai obat batuk, flu, dan pilek. Dosis penggunaan obat kombinasi ini umumnya tidak sama untuk tiap bentuk obat dan dapat dilihat pada masing-masing kemasan. Berikut adalah contoh dosis phenylpropanolamine HCI dalam kapsul pada pasien berusia 13 tahun hingga dewasa.

Kandungan phenylpropanolamine HCI  (miligram) Frekuensikonsumsi per hari Dosis maksimal per hari
18 mg 2 tablet tiap 4 jam 8 tablet
25 mg 1 tablet tiap 4 jam 4 tablet

Mengonsumsi Phenylpropanolamine dengan Benar

Gunakanlah phenylpropanolamine sesuai anjuran dokter. Jika Anda memilih merek phenylpropanolamine yang dijual secara bebas, gunakanlah sesuai keterangan pada kemasan (terutama untuk anak-anak) dan tanyakan pada dokter jika Anda ragu.

Konsumsi minuman keras sebaiknya dihindari selama menggunakan obat ini guna mencegah efek samping. Begitu juga dengan kafein.

Ada beberapa jenis obat batuk yang mengandung phenylpropanolamine yang juga memiliki kandungan glukosa sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula dalam darah. Karena itu, pengidap diabetes dianjurkan untuk memantau kadar gula darah secara seksama selama menggunakan obat ini.

Disarankan untuk menggunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan di dalam kemasan apabila Anda mengonsumsi phenylpropanolamine dalam bentuk cair. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena kemungkinan takarannya berbeda.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi phenylpropanolamine, disarankan segera meminumnya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis phenylpropanolamine pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Interaksi Phenylpropanolamine dan Obat Lain

Hindari konsumsi phenylpropanolamine apabila pasien juga menggunakan monoamine oxidase inhibitor (MAOI) karena berpotensi meningkatkan risiko stroke akibat pendarahan dalam otak. Phenylpropanolamine baru boleh digunakan setelah pasien berhenti menggunakan MAOI selama 2 minggu.

Di samping MAOI, terdapat obat-obat lain yang dapat menimbulkan reaksi jika dikonsumsi bersama dengan phenilpropanolamine:

  • Indometacin; peningkatan risiko hipertensi.
  • Amantadine; peningkatan risiko psikosis.
  • Bromocriptine; peningkatan risiko hipertensi yang parah dan komplikasinya.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Phenylpropanolamine

Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk phenylpropanolamine. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Sakit kepala.
  • Berkeringat.
  • Kejang.
  • Tremor.
  • Pandangan kabur.
  • Insomnia.
  • Gelisah.
  • Cemas.

Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang tidak kunjung berkurang. Phenylpropanolamine berpotensi meningkatkan risiko stroke akibat pendarahan dalam otak, khususnya pada wanita. Karena itu, pasien dianjurkan untuk mengetahui keseluruhan risiko sebelum menggunakan obat ini.