bodrex Flu adalah obat berbentuk kaplet lapis dua untuk meredakan gejala flu, seperti hidung tersumbat, demam, dan sakit kepala. bodrex Flu mengandung paracetamol dan phenylephrine.
bodrex Flu merupakan salah satu varian produk bodrex. Paracetamol yang terkandung dalam bodrex Flu bekerja langsung di hipotalamus yang mengatur suhu tubuh dan rasa nyeri. Efeknya, demam dan sakit kepala saat flu bisa mereda.

Sementara itu, phenylephrine dalam bodrex Flu merupakan dekongestan yang bekerja dengan cara mengempiskan pembuluh darah yang bengkak hidung. Hasilnya, keluhan hidung tersumbat saat flu bisa mereda.
bodrex Flu 4 Kaplet dijual bebas dalam kemasan blister yang praktis dibawa.
Apa Itu bodrex Flu
| Bahan aktif | Paracetamol 500 mg dan phenylephrine10 mg |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Kombinasi analgetik-antipiretik dan dekongestan |
| Manfaat | Meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, dan hidung tersumbat |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| bodrex Flu untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping phenylephrine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| bodrex Flu untuk ibu menyusui | bodrex Flu tidak dianjurkan untuk ibu menyusui kecuali atas arahan dokter. |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan bodrex Flu
Bodrex Flu tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan fungsi hati yang tergolong parah, seperti gagal hati. Hal penting lain yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan bodrex Flu adalah:
- Hindari penggunaan bodrex Flu jika Anda alergi terhadap kandungan obat ini atau obat lain dari golongan dekongestan, termasuk pseudoephedrine dan phenylpropanolamine. Jika ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum sebelum menggunakan obat ini.
- Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan bodrex Flu jika memiliki hipertensi atau kondisi lain yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau stroke, seperti memiliki berat badan berlebih.
- Jangan mengonsumsi bodrex Flu jika Anda sedang menderita hipertensi berat.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan bodrex Flu jika Anda sedang mengalami penyakit liver, penyakit ginjal, glaukoma, pembesaran prostat, hipertiroidisme, atau retensi urine.
- Diskusikan mengenai penggunaan obat berbahan paracetamol jika Anda sedang mengalami defisiensi G6PD, malnutrisi kronis, kecanduan alkohol, atau sering mengonsumsi minuman beralkohol.
- Jangan menggunakan bodrex Flu tanpa persetujuan dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan bodrex Flu jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan bodrex Flu. Sebab, kombinasi alkohol dan produk paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan bodrex Flu.
Dosis dan Aturan Pakai bodrex Flu
Dosis bodrex Flu untuk orang dewasa adalah 1 kaplet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan bodrex Flu dengan Benar
Gunakan bodrex Flu sesuai aturan pakai pada kemasannya, atau ikuti anjuran dokter. Jangan minum bodrex Flu melebihi dosis yang dianjurkan atau mengonsumsinya bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol dan phenylephrine.
Ikuti petunjuk penggunaan bodrex Flu di bawah ini supaya gejala cepat membaik:
- bodrex Flu dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Telan kaplet bodrex Flu dengan air putih
- Hentikan konsumsi bodrex Flu jika keluhan flu sudah mereda.
- Jangan menggunakan obat berisi phenylephrine lebih dari 3 hari, karena dapat menyebabkan efek samping dan memperburuk gejala.
- Hentikan pengobatan dan hubungi dokter jika keluhan flu belum membaik dalam waktu 3 hari menggunakan bodrex Flu. Untuk mendapat respons yang cepat, gunakan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk berkonsultasi mengenai keluhan Anda.
- Simpan bodrex Flu di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan konsumsi bodrex Flu yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi bodrex Flu dengan Obat Lain
bodrex Flu yang mengandung paracetamol dan phenylephrine dapat berinteraksi dengan obat lain dan menimbulkan sejumlah efek, seperti:
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika dikonsumsi bersama metoclopramide, domperidone, probenecid, atau isoniazid
- Peningkatan kadar chloramphenicol atau busulfan di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping
- Peningkatan risiko terjadi perdarahan jika digunakan bersama obat antikoagulan, seperti warfarin
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan quinidine dan digoxin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari antidepresan trisiklik
- Penurunan efektivitas obat lamotrigine dalam mencegah kejang
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
- Hilangnya efek semua obat, misalnya phenylephrine dengan chlorpromazine atau amiodarone, karena efeknya yang berlawanan
Agar aman dari risiko interaksi obat, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter jika hendak menggunakan bodrex Flu bersama obat lain.
Efek Samping dan Bahaya bodrex Flu
bodrex Flu dapat menimbulkan efek samping berupa mulut kering dan gangguan pencernaan, seperti sakit perut. Hentikan penggunaan bodrex Flu jika terjadi susah tidur, jantung berdebar, atau pusing.
Konsultasikan ke dokter jika efek samping tersebut tidak mereda meski penggunaan bodrex Flu sudah dihentikan.
Perlu diketahui bahwa konsumsi bodrex Flu secara berlebihan dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan fungsi liver.
Segera temui dokter jika penggunaan bodrex Flu menimbulkan efek samping yang serius, termasuk:
- Detak jantung terlalu cepat atau takikardia
- Gejala aritmia, seperti irama jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan
- Susah buang air kecil
- Gelisah yang parah
- Gemetar atau tremor
- Gejala gangguan fungsi liver, seperti perut bagian kanan atas terasa sakit, hilang nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat atau keabu-abuan, penyakit kuning
Gunakanlah fitur Booking Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk membuat janji temu berdasarkan lokasi, jadwal praktik, dan ulasan dari pengguna lain.
Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat setelah mengonsumsi bodrex Flu. Gejala alergi obat meliputi biduran, mengi, sesak napas, serta pembengkakan di lidah, bibir, maupun kelopak mata (angioedema).