Diviti adalah obat untuk mencegah dan mengobati pembekuan darah pada trombosis vena dalam. Obat dengan kandungan fondaparinux ini juga dapat digunakan untuk penanganan emboli paru atau serangan jantung pada kondisi tertentu.
Fondaparinux yang terkandung dalam Diviti termasuk golongan antikoagulan. Bahan aktif ini bekerja dengan cara menghambat proses pembekuan darah di dalam tubuh. Berkat cara kerja tersebut, Diviti dapat mencegah pembentukan gumpalan atau bekuan darah yang bisa menyumbat aliran darah.

Diviti umumnya diberikan kepada pasien yang berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah, misalnya setelah operasi besar pada lutut atau pinggul, serta pada pasien harus berbaring dalam waktu yang lama. Karena bentuknya berupa obat suntik, Diviti biasanya diberikan oleh tenaga medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
Ap Itu Diviti
| Bahan aktif | 2,5 mg fondaparinux |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antikoagulan jenis penghambat faktor Xa |
| Manfaat | Mencegah dan mengobati deep vein thrombosis |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Diviti untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi hal ini tidak terkonfirmasi dengan data yang didapatkan dari studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini | |
| Diviti untuk ibu menyusui | Fondaparinux umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Suntik |
Peringatan sebelum Menggunakan Diviti
Diviti hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Sebelum menjalani pengobatan dengan obat ini, ketahui beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki, terutama alergi lateks. Diviti tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap fondaparinux.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit hati, tukak lambung, perdarahan saluran pencernaan, hipertensi, infeksi jantung, stroke, penyakit mata akibat diabetes, atau gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia maupun trombositopenia.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), serta obat pengencer darah lain, seperti rivaroxaban.
- Beri tahu dokter jika Anda baru menjalani prosedur anestesi spinal, epidural, atau baru saja menjalani operasi pada tulang belakang, mata, maupun otak.
- Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki berat badan kurang dari 50 kg.
- Diskusikan dengan dokter terkait penggunaan fondaparinux jika Anda sedang hamil, menyusui, mungkin hamil, atau merencanakan kehamilan.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Diviti. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saluran pencernaan.
- Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Diviti.
Dosis dan Aturan Pakai Diviti
Diviti diberikan melalui suntikan di bawah kulit (subkutan/SC) oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Berikut adalah pembagian dosis Diviti berdasarkan tujuan pengobatannya:
Tujuan: Mengobati deep vein thrombosis (DVT) dan emboli paru yang baru terjadi
- Dewasa dengan berat badan <50 kg: 5 mg, 1 kali sehari. Durasi pengobatan dilakukan selama 5–9 hari.
- Dewasa dengan berat badan 50–100 kg: 7,5 mg, 1 kali sehari. Durasi pengobatan dilakukan selama 5–9 hari.
- Dewasa dengan berat badan >100 kg: 10 mg, 1 kali sehari. Durasi pengobatan dilakukan selama 5–9 hari.
Tujuan: Mengobati superficial vein thrombosis
- Dewasa: 2,5 mg, 1 kali sehari, selama 30–45 hari.
Tujuan: Mencegah DVT pada pasien yang akan menjalani operasi bedah perut, pinggul, atau lutut
- Dewasa: 2,5 mg, 1 kali sehari. Pengobatan dimulai pada 6–8 jam sesudah operasi. Terapi dilakukan selama 5–9 hari. Untuk pasien dengan risiko tinggi terkena DVT, lama pengobatan bisa diperpanjang hingga 32 hari setelah operasi.
Tujuan: Mengatasi serangan jantung NSTEMI atau angina tidak stabil
- Dewasa: 2,5 mg 1 kali sehari, selama dirawat inap atau maksimal 8 hari. Pengobatan dilakukan jika pasien tidak bisa mendapatkan
Cara Menggunakan Diviti dengan Benar
Diviti biasanya diberikan oleh dokter di rumah sakit atau saat rawat inap. Obat ini diberikan melalui suntikan di bawah kulit (subkutan/SC). Selama menjalani terapi dengan Diviti, pastikan untuk mengIkuti saran dan anjuran dokter.
Jika dokter meresepkan Diviti untuk digunakan di rumah, pastikan Anda mengetahui aturan pakainya yang benar.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan Diviti:
- Suntikkan Diviti pada lokasi yang berbeda setiap kali pemberian obat. Hal ini untuk mencegah terjadinya efek samping pada kulit. Dokter akan menunjukkan bagian tubuh yang bisa menjadi tempat penyuntikan obat.
- Diviti bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah saat beraktivitas selama menjalani terapi dengan obat ini. Hindari benturan atau kegiatan yang bisa menyebabkan cedera.
- Patuhi jadwal pemeriksaan yang ditentukan oleh dokter. Selama menjalani terapi dengan Diviti, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan rutin agar kondisi dan respons tubuh Anda terhadap obat selalu terpantau.
- Jangan menghentikan pengobatan lebih cepat dari yang dianjurkan dokter meskipun kondisi Anda sudah membaik.
Jangan ragu untuk bertanya ke dokter jika Anda memiliki pertanyaan apa pun tentang penggunaan Diviti di rumah. Untuk mendapatkan respons yang cepat, Anda bisa bertanya melalui Chat Bersama Dokter.
Interaksi Diviti dengan Obat Lain
Diviti bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan bila digunakan bersama obat-obat berikut ini:
- Obat antiplatelet, antara lain cilostazol, clopidogrel, atau aspirin
- Obat antikoagulan lain, seperti warfarin, heparin, atau apixaban
- Obat fibrinolitik, misalnya alteplase atau streptokinase
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau diclofenac
Selain itu, penggunaan Diviti bersama produk yang mengandung jahe, bawang putih, gingko biloba, atau ginseng juga diyakini bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Untuk mencegah terjadinya interaksi yang tidak diinginkan, beri tahu dokter tentang pengobatan yang pernah Anda jalani.
Efek Samping dan Bahaya Diviti
Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan Diviti adalah:
- Ruam, gatal, memar, atau bengkak di tempat suntikan
- Insomnia atau sulit tidur
- Sakit kepala atau pusing
- Linglung
- Mual atau muntah
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas terjadi dan tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan yang efektif untuk mengatasi efek samping.
Diviti juga dapat menyebabkan reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Mudah memar atau sering mimisan
- Menstruasi yang berat dan durasinya memanjang (menorrhagia)
- Urine berwarna merah atau coklat
- Kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
- Pusing berat seperti akan pingsan
- Detak jantung cepat atau tidak teratur
- Lelah yang tidak biasa
- Lemah otot
Jika terjadi efek samping yang berbahaya dan perlu penanganan secepatnya, dokter akan mengarahkan Anda untuk segera ke IGD.