Flutop C adalah obat untuk mengatasi gejala flu, mulai dari demam, batuk, hidung tersumbat, hingga bersin-bersin. Flutop C tersedia dalam bentuk sirop, serta merupakan obat bebas terbatas yang bisa didapatkan tanpa resep dokter.

Flutop C merupakan obat flu dan batuk yang mengandung 5 bahan aktif. Tiap 5 ml Flutop C terdiri dari 160 mg paracetamol, 25 mg guaifenesin, 3,5 mg dextromethorphan, 3,5 mg phenylpropanolamine, serta 0,5 mg chlorpheniramine maleate.

Flutop C

Kandungan dalam Flutop C memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda untuk mengatasi berbagai keluhan flu dan batuk. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Paracetamol, bekerja pada pusat pengatur suhu dan nyeri di otak sehingga dapat menurunkan demam serta meredakan sakit kepala saat flu
  • Chlorpheniramine, berperan dalam menghambat kerja histamin sehingga keluhan bersin-bersin dan hidung meler dapat berkurang
  • Phenylpropanolamine, bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah yang membengkak di rongga hidung sehingga hidung tersumbat terasa lebih lega
  • Guaifenesin, berfungsi untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk
  • Dextromethorphan, bekerja dengan menekan sinyal batuk yang berasal dari otak sehingga dapat mengurangi keinginan untuk batuk

Kelima bahan aktif dalam Flutop C secara efektif dapat meredakan berbagai gejala flu dan pilek yang disertai batuk, baik batuk kering maupun batuk berdahak. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gejala alergi atau common cold

Beli Flutop C di Aloshop

Apa Itu Flutop C

Bahan aktif Paracetamol, guaifenesin, dextromethorphan HBr, phenylpropanolamine, dan chlorpheniramine maleate
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Obat flu dan batuk kombinasi analgetik-antipiretik (paracetamol), antihistamin (chlorpheniramine), dekongestan (phenylpropanolamine), ekspektoran (guaifenesin), dan antitusif (dextromethorphan HBr)
Manfaat Meringankan gejala flu yang disertai batuk, baik batuk berdahak maupun batuk kering
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Flutop C untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping guaifenesin, phenylpropanolamine, dan dextromethorphan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Flutop C untuk ibu menyusui Flutop C tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Flutop C

Flutop C tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki alergi terhadap paracetamol, phenylpropanolamine, dan chlorpheniramine.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gagal jantung, epilepsi, glaukoma, asma, emfisema, bronkitis kronis, diabetes, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, obstruksi usus, riwayat kolostomi atau ileostomi.
  • Hindari penggunaan bersama MAOI, seperti isocarboxazid atau phenelzine, dalam 14 hari terakhir.
  • Jangan konsumsi alkohol selama menjalani pengobatan, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, terutama saat menggunakan paracetamol.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda mengonsumsi alkohol secara rutin atau memiliki gangguan kecanduan alkohol.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen, maupun produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Flutop C.

Dosis dan Aturan Pakai Flutop C

Untuk meredakan gejala flu, berikut ini adalah dosis umum penggunaan Flutop C:

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 4 sendok takar (20 ml), 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 2  sendok takar (10 ml), 3 kali sehari.

Cara Menggunakan Flutop C dengan Benar

Gunakan Flutop C sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau sesuai anjuran dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menggandakan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Agar hasil pengobatan dengan Flutop C maksimal, ikutilah langkah-langkah menggunakan Flutop C dengan benar berikut ini:

  • Flutop C dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Kocok botol Flutop C sebelum obat digunakan.
  • Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya akurat.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Flutop C, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Hentikan konsumsi Flutop C jika keluhan batuk alergi sudah membaik. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika ada gejala.
  • Segera hubungi dokter jika keluhan flu dan batuk tidak membaik setelah 3 hari mengonsumsi Flutop C. Konsultasi online dengan dokter dapat menjadi pilihan untuk memperoleh penanganan lanjutan dengan cepat.
  • Simpan Flutop C di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan mengonsumsi Flutop C yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Flutop C dengan Obat Lain

Berdasarkan kandungannya, efek interaksi yang bisa terjadi jika Flutop C digunakan bersama dengan obat lain adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid
  • Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat barbiturat, obat tidur, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan risiko terjadinya hipertensi yang berakibat fatal jika digunakan bersama bromocriptine, atau obat MAOI, seperti phenelzine atau isocarboxazid
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari dextromethorphan jika digunakan dengan amiodarone atau haloperidol
  • Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) atau trisiklik

Guna menghindari risiko terjadinya interaksi antarobat, konsultasikan ke dokter jika Anda hendak menggunakan Flutop C bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Flutop C

Sama seperti obat lainnya, Flutop C bisa menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping ringan dan umum yang dapat terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sulit tidur
  • Nyeri lambung atau gejala sakit maag ringan
  • Ruam kulit ringan

Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Nyeri di perut bagian kanan atas
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat seperti tanah liat
  • Kulit atau bagian putih mata menguning
  • Batuk berdarah atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi
  • Nyeri dada, sesak napas, atau bunyi napas mengi
  • Muntah yang terus-menerus dan makin parah

Segera konsultasikan ke dokter jika keluhan atau efek samping di atas tidak juga mereda atau justru makin parah. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi langsung melalui aplikasi Alodokter.