Lodomer adalah obat antipsikotik yang digunakan untuk mengatasi skizofrenia dan gejala mania pada gangguan bipolar. Obat ini mengandung bahan aktif haloperidol. Lodomer tersedia dalam bentuk tablet dan suntik.
Haloperidol dalam Lodomer bekerja dengan menyeimbangkan dopamin di otak yang berperan dalam mengatur pikiran dan suasana hati. Dengan mekanisme tersebut, obat ini membantu mengurangi gejala psikosis, seperti delusi dan halusinasi, menjernihkan pikiran, serta mengendalikan kegelisahan dan pikiran negatif.

Lodomer juga dapat diresepkan untuk mengontrol tic yang berat, misalnya pada penderita sindrom Tourette.
Produk Lodomer
Lodomer tersedia dalam 3 varian, yaitu:
- Lodomer 2 mg tablet, dengan kandungan 2 mg haloperidol per tablet.
- Lodomer 5 mg tablet, yang mengandung 5 mg haloperidol per tablet.
- Lodomer suntik, dengan kandungan 5 mg haloperidol per ml.
Apa Itu Lodomer
| Bahan aktif | Haloperidol |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antipsikotik |
| Manfaat | Mengatasi gejala psikosis |
| Menangani gejala skizofrenia | |
| Meringankan gejala mania, seperti pada penderita gangguan bipolar | |
| Mengurangi tic yang berat, misalnya pada penderita sindrom Tourette | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥3 tahun |
| Lodomer untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping haloperidol terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Lodomer untuk ibu menyusui | Lodomer aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai petunjuk dokter. |
| Beri tahu dokter jika bayi Anda lebih sering tidur, tidak seaktif biasanya, atau mengalami gangguan tumbuh kembang selama Anda menggunakan Lodomer bersama obat lain yang tergolong antipsikotik. | |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput dan suntik |
Peringatan sebelum Menggunakan Lodomer
Lodomer tidak boleh digunakan untuk mengatasi psikosis karena demensia. Sebelum minum obat ini, perhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Lodomer tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap haloperidol.
- Jangan menggunakan Lodomer jika Anda sedang menderita penyakit Parkinson.
- Informasikan kepada dokter jika sedang menderita bradikardia, serangan jantung, gagal jantung, gangguan irama jantung (aritmia), AV block derajat 2 atau 3, kelainan pada hasil EKG, atau henti jantung mendadak pada usia muda, baik pada diri sendiri maupun keluarga.
- Sampaikan kepada dokter mengenai penggunaan Lodomer jika Anda pernah atau sedang mengalami tekanan darah rendah, angina pectoris, penyakit tiroid, epilepsi, kanker payudara, ileus paralitik, atau gangguan elektrolit, termasuk hipokalemia dan hipomagnesemia.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita stroke, atau kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit tersebut, seperti menderita tekanan darah tinggi, obesitas, atau kebiasaan merokok.
- Mintalah saran dokter perihal penggunaan Lodomer jika Anda sedang menderita depresi, glaukoma, penyakit ginjal, myasthenia gravis, penyakit liver, pheochromocytoma, atau gangguan pada prostat, seperti prostatitis maupun pembesaran prostat.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Konsultasikan mengenai penggunaan Lodomer ke dokter jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk antidepresan, obat antikolinergik, suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah interaksi antarobat.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Lodomer jika direncanakan untuk menjalani pemeriksaan medis atau operasi apa pun, termasuk operasi gigi.
- Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Lodomer. Obat ini bisa menyebabkan kantuk dan pusing. Pastikan kondisi Anda benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
- Gunakanlah tabir surya dengan SPF 30 atau lebih dan kenakanlah pakaian tertutup jika hendak beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Penggunaan haloperidol dapat menyebabkan kulit mudah mengalami sunburn. Hubungi dokter jika timbul sunburn parah.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Lodomer agar tidak terjadi efek samping.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Lodomer.
Dosis dan Aturan Pakai Lodomer
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Lodomer berdasarkan kondisi, bentuk obat, dan usia pasien:
Lodomer tablet
Kondisi: psikosis, skizofrenia, atau mania
- Dewasa: 0,5–5 mg, 2–3 kali sehari. Dosis pemeliharaan 3–10 mg per hari tergantung respons pasien terhadap obat.
- Lansia: 0,5–2 mg, 2–3 kali sehari. Dosis maksimal 20 mg per hari.
Kondisi: skizofrenia
- Anak usia 13–17 tahun: dosis awal 0,5 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1–6 mg per hari bila diperlukan. Dosis maksimal 10 mg per hari.
- Anak usia 3–12 tahun: dosis awal 0,5 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1–4 mg per hari bila diperlukan. Dosis maksimal 6 mg per hari.
Kondisi: sindrom Tourette, gangguan tic yang berat
- Dewasa: 0,5–5 mg, 2–3 kali sehari. Dosis pemeliharaan 4 mg per hari. Dosis maksimal 30 mg per hari.
- Anak usia 13–17 tahun: dosis awal 0,25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2–6 mg per hari bila diperlukan. Dosis maksimal 6 mg per hari.
- Anak usia 3–12 tahun: dosis awal 0,25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 0,5–3 mg per hari bila diperlukan. Dosis maksimal 3 mg per hari.
Lodomer suntik
Lodomer suntik digunakan untuk menangani psikosis atau skizofrenia. Obat ini diberikan melalui suntikan ke dalam otot (suntik intramuskular//IM). Dosis Lodomer untuk mengatasi kondisi tersebut akan ditentukan oleh dokter
Cara Menggunakan Lodomer dengan Benar
Gunakanlah Lodomer sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasan. Jangan mengubah dosis yang dikonsumsi tanpa sepengetahuan dokter.
Agar pengobatan maksimal, ikutilah panduan penggunaan Lodomer berikut ini:
- Konsumsilah Lodomer sebelum atau sesudah makan.
- Telan Lodomer tablet dengan bantuan air putih.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Lodomer, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter. Berhenti menggunakan Lodomer secara tiba-tiba dapat menyebabkan gejala putus obat, seperti mual, gemetar, atau linglung.
- Jangan terburu-buru berdiri ketika bangkit dari duduk atau berbaring. Penggunaan Lodomer bisa menyebabkan pusing.
- Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Lodomer, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan darah, EKG, dan tes fungsi hati secara berkala.
- Simpan Lodomer di tempat kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Lodomer suntik akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Obat akan disuntikkan ke dalam otot. Ikuti instruksi dokter selama pemberian obat. Beri tahu dokter jika ada efek samping yang Anda rasakan selama pemberian Lodomer suntik atau selama terapi.
Interaksi Lodomer dengan Obat Lain
Interaksi yang bisa terjadi jika Lodomer digunakan bersama obat-obat lain meliputi:
- Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan dari alprazolam, lorazepam, zolpidem, muscle relaxant, codeine, atau antihistamin
- Penurunan efektivitas Lodomer jika digunakan bersama phenobarbital atau carbamazepine
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia yang bisa berakibat fatal jika digunakan dengan ciprofloxacin atau levofloxacin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan bersama tucatinib, itraconazole, ketoconazole, atau fluoxetine
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping antidepresan trisiklik jika digunakan secara bersamaan
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jenis perpanjangan interval QT jika digunakan dengan quinidine, sotalol, amiodarone, pimozide, procainamide, atau antibiotik makrolid, seperti erythromycin
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Lodomer bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Lodomer
Konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami tanda parkinsonisme, seperti tremor, kaku otot, atau ngiler, beberapa jam atau hari setelah menggunakan Lodomer. Dokter dapat menurunkan dosis atau meresepkan obat tambahan untuk mengatasi keluhan ini.
Efek samping lain yang bisa terjadi akibat penggunaan Lodomer adalah:
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika terjadi efek samping yang tidak segera mereda atau makin parah. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk menangani keluhan tersebut.
Meski jarang terjadi, penggunaan Lodomer bisa menimbulkan efek samping serius, seperti:
- Gejala gangguan irama jantung, yaitu detak jantung sangat cepat atau tidak beraturan
- Demam, menggigil, sakit tenggorokan yang tidak kunjung membaik, pembengkakan di kelenjar getah bening
- Tubuh bergerak tidak terkendali (tardive dyskinesia), contohnya menggoyangkan bahu, mengecapkan bibir, menjulurkan lidah, mengunyah, mengisap, dan menyeringai tanpa sadar
- Neuroleptic malignant syndrome, yang gejalanya antara lain demam, otot kaku, linglung, keringat berlebih, detak jantung cepat
- Hiperprolaktinemia, yang bisa ditandai dengan penurunan gairah seksual, keluarnya cairan menyerupai ASI dari puting payudara walaupun tidak habis melahirkan (galaktorea), menstruasi tidak teratur atau berhenti sama sekali, impotensi atau disfungsi ereksi, pembesaran payudara (ginekomastia) pada pria
- Gejala gangguan liver, seperti mual dan muntah yang tidak kunjung mereda, nyeri perut bagian kanan atas, urine berwarna gelap, tinja pucat seperti dempul, kulit atau mata menguning (penyakit kuning)
Jangan tunda ke dokter jika timbul efek samping serius yang telah disebutkan di atas setelah menggunakan Lodomer.
Segera cari pertolongan medis jika setelah menggunakan Lodomer muncul reaksi alergi obat, seperti gatal, ruam, biduran, mata berair, sesak napas, atau pembengkakan pada wajah, bibir, dan lidah.