Metamizole injeksi adalah obat resep yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat serta menurunkan demam tinggi yang tidak membaik dengan pengobatan lain. Obat ini biasanya diberikan melalui suntikan oleh tenaga medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
Metamizole injeksi bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat yang berperan dalam menimbulkan rasa nyeri saat terjadi kerusakan atau cedera pada jaringan tubuh. Selain itu, obat ini juga dapat merangsang pelepasan hormon endorfin dari kelenjar pituitari dan hipotalamus, sehingga membantu meredakan nyeri secara alami.

Merek dagang metamizole injeksi: Antrain, Metamizole Sodium Monohydrate, Norages, Santagesic
Apa Itu Metamizole Injeksi
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Analgetik-antipiretik |
| Manfaat | Meredakan nyeri dan meredakan demam |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥3 bulan |
| Metamizole injeksi untuk ibu hamil | Usia kehamilan <20 minggu |
| Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. | |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Usia kehamilan ≥20 minggu | |
| Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. | |
| Metamizole injeksi untuk ibu menyusui | Metamizole injeksi bisa digunakan oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait pilihan obat yang lebih aman, terutama jika bayi lahir prematur atau usianya belum genap 1 bulan. |
| Bentuk obat | Injeksi |
Peringatan sebelum Menggunakan Metamizole Injeksi
Metamizole injeksi hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Sebelum menggunakan obat ini, perhatikanlah beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Metamizole injeksi tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita asma, defisiensi G6PD, dehidrasi, ulkus duodenum, tukak lambung, kelainan darah, porfiria, tekanan darah rendah, gangguan hati, penyakit jantung, atau gangguan ginjal.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan metamizole injeksi jika Anda sedang menyusui, hamil, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter mengenai pemakaian metamizole injeksi jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan metamizole injeksi.
- Jangan melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah menggunakan metamizole injeksi. Obat ini dapat menyebabkan pusing atau kantuk pada beberapa orang.
- Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan metamizole injeksi.
Dosis dan Aturan Pakai Metamizole Injeksi
Metamizole injeksi akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular/IM) atau ke dalam pembuluh darah (intravena/IV). Berikut adalah dosis umum penggunaan metamizole injeksi berdasarkan kondisi pasien:
- Dewasa: 1 gram hingga 4 kali sehari atau 2,5 gram sebanyak 2 kali sehari melalui suntikan intravena (IV) yang diberikan selama minimal 5 menit atau suntikan intramuskular (IM). Dosis maksimal adalah 5 gram per hari.
- Anak usia ≥3 bulan: Dosis akan ditentukan dokter berdasarkan berat badan dan kondisi anak.
Cara Menggunakan Metamizole Injeksi dengan Benar
Metamizole injeksi diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di rumah sakit.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu pasien ketahui terkait pemberian metamizole injeksi:
- Sebaiknya gunakan pakaian dengan lengan yang mudah digulung agar proses penyuntikan lebih mudah.
- Dokter akan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah atau otot pasien.
- Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan metamizole injeksi.
- Segera laporkan kepada dokter jika muncul reaksi tertentu atau keluhan baru setelah penyuntikan metamizole injeksi.
Interaksi Metamizole Injeksi dengan Obat Lain
Efek interaksi yang dapat terjadi jika metamizole injeksi digunakan bersama obat-obatan tertentu adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya hipotermia berat apabila digunakan dengan chlorpromazine
- Peningkatan efek kerusakan pada sel darah jika digunakan dengan methotrexate
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat diabetes, antibiotik sulfonamida, atau phenytoin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping metamizole injeksi jika digunakan bersama pil KB, antidepresan trisiklik, atau allopurinol
- Penurunan efektivitas obat ciclosporin
- Penurunan efektivitas metamizole injeksi bila digunakan bersama barbiturat atau fenilbutazon
- Peningkatan risiko terjadinya trombositopenia jika digunakan bersama obat pengencer darah, seperti warfarin
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat, diskusikan dengan dokter apabila Anda berencana menggunakan metamizole injeksi bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Metamizole Injeksi
Efek samping yang mungkin dapat timbul setelah menggunakan metamizole injeksi antara lain:
- Tekanan darah rendah (hipotensi), yang bisa ditandai dengan pusing, sulit berkonsentrasi, dan pandangan kabur
- Nyeri perut
- Mual
- Muntah
- Jantung berdebar
- Nyeri dada
- Urine berwarna merah
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika muncul efek samping di atas dan tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Gejala infeksi, yang dapat ditandai dengan demam, menggigil, sakit tenggorokan, sariawan, kelelahan, dan lemas
- Kelainan darah, yang dapat ditandai dengan mudah memar, mimisan, atau gusi berdarah
- Gangguan ginjal, yang dapat ditandai dengan jarang buang air kecil, urine yang keluar sedikit, pembengkakan pada tungkai