Renovit adalah suplemen yang mengandung 26 vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Dengan mengonsumsinya, kebutuhan nutrisi harian dapat lebih mudah terpenuhi sehingga membantu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Kandungan vitamin dan mineral dalam Renovit meliputi vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D, vitamin E, asam folat, biotin, kalsium, magnesium, iodine, zinc, selenium, tembaga, mangan, molybdenum, chromium, kalium, chloride, fosfor, dan zat besi.
Kombinasi nutrisi yang lengkap dan seimbang dalam Renovit berperan dalam membantu proses metabolisme dan meregenerasi sel, memelihara daya tahan tubuh, dan membantu proses pemulihan setelah sakit. Meski begitu, suplemen ini bukan pengganti makanan bergizi seimbang.
Renovit tersedia dalam dua kemasan, yaitu strip isi 4 kaplet dan botol isi 30 kaplet.
Apa Itu Renovit
| Bahan aktif | Tiap kaplet mengandung vitamin A 5000 IU, vitamin B1 10 mg, vitamin B2 10 mg, vitamin B6 10 mg, vitamin B12 30 mcg, vitamin C 90 mg, vitamin D 400 IU, vitamin E 30 IU, folic acid 400 mcg, biotin 45 mcg, calcium 162 mg, pantothenic acid 10 mg, niacinamide 20 mg, fosfor 125 mg, iodine 150 mcg, magnesium 100 mg, copper 2 mg, manganese 5 mg, kalium 30 mg, chloride 27.2 mg, chromium 25 mcg, molybdenum 25 mcg, selenium 25 mcg, zinc 15 mg, iron 27 mg |
| Golongan | Suplemen kesehatan |
| Kategori | Suplemen vitamin dan mineral |
| Manfaat | Membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa |
| Renovit untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Oleh karena itu, obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika dokter menyarankan. | |
| Renovit untuk ibu menyusui | Belum diketahui apakah kandungan vitamin dan mineral dalam Renovit terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan suplemen ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan Renovit
Meski bisa dibeli secara bebas, Renovit tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Renovit, di antaranya:
- Jangan mengonsumsi Renovit jika Anda alergi terhadap vitamin dan mineral yang ada di dalam suplemen ini. Beri tahu dokter terkait riwayat alergi yang Anda miliki.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter jika Anda mengalami penyakit ginjal, termasuk gagal ginjal atau batu ginjal.
- Bicarakan dengan dokter terkait penggunaan Renovit jika Anda menderita anemia, kekurangan zat besi atau zinc, penyakit liver, cystic fibrosis, kurang gizi, penyakit pankreas, infeksi di saluran cerna, malabsorbsi, hemokromatosis, defisiensi enzim G6PD, diabetes, penyakit jantung, atau kanker.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Renovit.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Renovit sebelum menjalani pemeriksaan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
- Hindari penggunaan bersamaan dengan multivitamin atau mineral lain tanpa petunjuk dokter untuk mencegah kelebihan asupan zat tertentu, seperti zat besi, mangan, atau selenium.
- Segera temui dokter jika mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan Renovit.
Dosis dan Aturan Pakai Renovit
Renovit dapat dikonsumsi sebanyak 1 kaplet per hari.
Cara Menggunakan Renovit dengan Benar
Gunakanlah Renovit sesuai petunjuk yang tertera pada kemasannya atau ikuti anjuran dokter. Bila Anda ragu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat sesuai kondisi Anda. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan guna menghindari efek samping.
Berikut ini adalah panduaan penggunaan Renovit yang benar:
- Konsumsilah Renovit sebelum atau sesudah makan.
- Telan kaplet Renovit secara utuh dengan bantuan segelas air putih.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Renovit, segera minum suplemen ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Suplemen vitamin tidak bisa sepenuhnya menggantikan nutrisi dari makanan. Oleh karena itu, tetaplah mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan bervariasi setiap harinya. Bila ada kondisi atau kebutuhan khusus, konsultasikanlah dengan dokter mengenai menu dan pola makan yang sesuai.
- Simpan Renovit di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Renovit dengan Obat Lain
Renovit mengandung kombinasi vitamin dan mineral. Ada beberapa interaksi antarobat yang berpotensi terjadi jika suplemen ini digunakan bersamaan dengan obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama obat pengencer darah, seperti warfarin
- Penurunan efektivitas obat antikonvulsan, seperti phenobarbital atau phenytoin
- Peningkatan efektivitas obat kemoterapi, seperti capecitabine atau fluorouracil
- Peningkatan kadar dan risiko keracunan aluminium di dalam tubuh jika dikonsumsi bersama obat antasida yang mengandung aluminium
- Penurunan penyerapan antibiotik tetrasiklin, antibiotik quinolone, levodopa, levothyroxine, bisphosphonate, dan metildopa
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Renovit bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mengetahui cara penggunaan Renovit yang aman sesuai dengan kondisi kesehatan dan obat yang sedang digunakan.
Efek Samping dan Bahaya Renovit
Jika dikonsumsi sesuai aturan pakai, Renovit jarang menimbulkan efek samping. Namun, pada sebagian orang, suplemen ini dapat menimbulkan efek samping ringan, seperti:
Efek samping yang terjadi umumnya ringan dan bersifat sementara. Periksakan diri ke dokter jika keluhan di atas tidak kunjung reda. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi yang bisa ditandai dengan munculnya gejala tertentu, seperti ruam gatal, bengkak di bibir atau kelopak mata, atau sulit bernapas.
