Atropin

Pengertian Atropin

Atropin adalah suatu obat anticholinergic atau antidot untuk menangani zat kimia yang menyerang sistem saraf, keracunan pestisida, beberapa tipe dari detak jantung yang melambat, dan untuk menurunkan produksi air liur saat operasi.

Atropine - alodokter

Pengertian atropine selanjutnya dalam tulisan di bawah ini adalah khusus yang digunakan dalam bentuk obat tetes mata.

Atropin tetes mata adalah salah satu obat antimuskarinik yang berfungsi membuat pupil mata terbuka lebih lebar dan melemaskan otot-otot pada mata. Obat ini biasa diberikan pada pasien yang akan menjalani pemeriksaan mata, umumnya pasien anak-anak.

Fungsi lain atropin adalah untuk meredakan rasa nyeri yang disebabkan pembengkakan dan peradangan pada mata (anterior uveitis). Melemasnya otot-otot mata setelah diberikan obat ini bisa mengurangi nyeri dan membantu proses pemulihan bagian mata yang meradang.

Tentang Atropin sulfat

Golongan Obat antimuskarinik
Kategori Obat resep
Manfaat
  • Membuat pupil mata terbuka lebih lebar
  • Melemaskan otot-otot mata
Dikonsumsi oleh Dewasa & anak-anak
Bentuk Obat tetes mata

Peringatan:

  • Wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atropin.
  • Harap berhati-hati bagi yang sedang menderita glaukoma, sindrom down, kerusakan otak, atau paralisis spastik.
  • Disarankan tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat, karena atropin bisa mengganggu indera penglihatan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Atropin

Dosis atropin yang biasanya diberikan oleh dokter pada pasien dewasa adalah satu sampai dua tetes pada tiap bola mata, satu jam sebelum pemeriksaan refraksi. Untuk menangani peradangan atau pembengkakan pada mata pasien dewasa (uveitis/iritis), biasanya dokter akan menyarankan pemberian atropin satu atau dua tetes pada bola mata yang sakit, maksimal empat kali dalam sehari.

Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosis bagi anak-anak. Namun, biasanya dokter akan menyarankan satu tetes tiap bola mata, dua kali dalam sehari, selama satu sampai tiga hari sebelum menjalani pemeriksaan refraksi mata. Untuk mengatasi peradangan atau pembengkakan pada pasien anak-anak, dokter umumnya meresepkan satu tetes tiap bola mata, maksimal tiga kali sehari.

Menggunakan Atropin Dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan atropin. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter. Bagi pasien pengguna lensa kontak, jangan mengenakan lensa kontak selama menjalani pengobatan, sampai dokter mengizinkan kembali.

Cucilah tangan hingga bersih sebelum menggunakan atropin. Dongakkan kepala hingga wajah menghadap ke atas, tarik kelopak bawah mata kemudian teteskan atropin ke dalamnya, lakukan pada mata sebelahnya. Setelah meneteskan atropin pada kedua bola mata, tutuplah mata dua sampai tiga menit. Setelah selesai meneteskan atropin, cucilah kedua tangan kembali.

Jangan memperpanjang atau mengurangi durasi pengobatan tanpa izin dokter. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Bagi pasien yang lupa meneteskan atropin, disarankan untuk segera meneteskannya begitu teringat jika jadwal penetesan berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan jumlah tetesan atropin pada jadwal berikutnya untuk menggantikan penetesan yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Atropin

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping atropin yang umumnya terjadi adalah:
  • Kesulitan memfokuskan pandangan.
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Pandangan kabur.
  • Iritasi mata.
  • Mulut dan kulit kering.
  • Sembelit.