Coldrexin adalah obat untuk meredakan berbagai gejala flu, seperti demam, sakit kepala, bersin, hidung tersumbat, serta batuk berdahak. Obat flu dan batuk ini mengandung kombinasi paracetamol, phenylephrine, chlorpheniramine, dan sulfogaiacol potassium.

Kandungan paracetamol dalam Coldrexin bekerja pada pusat pengatur suhu dan rasa nyeri di otak sehingga dapat membantu menurunkan demam sekaligus meredakan sakit kepala saat flu. Chlorpheniramine berperan sebagai antihistamin yang membantu meredakan gejala seperti bersin dan pilek.

Coldrexin

Sementara itu, phenylephrine berperan sebagai dekongestan yang membantu mengurangi pembengkakan pembuluh darah di saluran hidung sehingga hidung tersumbat dapat terasa lebih lega. Sulfogaiacol potassium merupakan ekspektoran yang digunakan untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak sehingga batuk berdahak dapat menjadi lebih produktif.

Beli Coldrexin di Aloshop

Apa Itu Coldrexin

Bahan aktif Paracetamol 125 mg, chlorpheniramine maleate 1 mg, phenylephrine HCl 5 mg, dan sulfogaiacol potassium 25 mg
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Analgetik-antipiretik (paracetamol), antihistamin (chlorpheniramine), dekongestan (phenylephrine), dan ekspektoran (sulfogaiacol potassium)
Manfaat Meredakan gejala flu yang disertai batuk berdahak
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Coldrexin untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping phenylephrine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Coldrexin untuk ibu menyusui Coldrexin tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Coldrexin

Meski Coldrexin dapat dibeli secara bebas, penggunaannya tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum mengonsumsinya:

  • Jangan mengonsumsi Coldrexin jika memiliki alergi terhadap chlorpheniramine maleate, phenylephrine, paracetamol, sulfogaiacol potassium, atau kandungan lain di dalam obat ini. Bila ragu, beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang dimiliki sebelum menggunakan obat ini.
  • Hindari penggunaan Coldrexin jika sedang mengalami hipertensi berat, penyakit jantung, atau gagal hati.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan Coldrexin jika sedang mengalami batuk kronis atau batuk dengan dahak yang banyak.
  • Beri tahu dokter mengenai penggunaan Coldrexin jika memiliki glaukoma, tekanan tinggi di dalam bola mata atau hipertensi okular, penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit tiroid, epilepsi, atau defisiensi G6PD.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Coldrexin jika memiliki gangguan pernapasan menahun, seperti asma.
  • Sampaikan kepada dokter mengenai penggunaan Coldrexin jika sedang atau pernah mengalami keluhan susah buang air kecil, misalnya karena pembesaran prostat atau retensi urine.
  • Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan Coldrexin jika Anda sedang hamil, menyusui, merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu mengenai penggunaan Coldrexin ke dokter jika sedang menjalani terapi dengan obat tertentu, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya interaksi antarobat yang tidak diinginkan.
  • Bicarakan dengan dokter sebelum memberikan Coldrexin kepada anak. Tujuannya untuk memastikan aturan pakai dan dosis yang aman.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Coldrexin. Kandungan chlorpheniramine dapat menyebabkan kantuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda atau anak sedang mengonsumsi Coldrexin jika direncanakan untuk menjalani operasi atau pemeriksaan medis tertentu. 
  • Segera hubungi dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Coldrexin.

Dosis dan Aturan Pakai Coldrexin

Untuk membantu meredakan gejala flu dan batuk, dosis umum Coldrexin adalah:

  • Dewasa: 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari
  • Anak usia 6–12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari
  • Anak usia < 6 tahun: sesuai petunjuk dokter.

Cara Menggunakan Coldrexin dengan Benar

Gunakan Coldrexin sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter. 

Agar hasil pengobatan dengan Coldrexin maksimal, ikutilah cara penggunaan Coldrexin berikut ini:

  • Coldrexin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Kocoklah botol kemasan sebelum obat dikonsumsi. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Jika lupa menggunakan Coldrexin, minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya. 
  • Hentikan penggunaan Coldrexin jika keluhan flu dan batuk berdahak sudah membaik.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum air sesering mungkin, dan beristirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuh dapat melawan virus secara lebih baik dan gejala flu pun dapat mereda lebih cepat. 
  • Simpan Coldrexin di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala flu belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Coldrexin. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat online.
  • Jangan mengonsumsi Coldrexin yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Coldrexin tidak boleh digunakan jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka. 

Interaksi Coldrexin dengan Obat Lain

Kandungan dalam Coldrexin dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Beberapa interaksi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya krisis hipertensi dan komplikasi jika digunakan bersama bromocriptine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping berupa pusing, kantuk, dan sulit berkonsentrasi jika digunakan dengan antihistamin, obat pereda nyeri opioid, obat tidur, obat penenang, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan risiko terjadinya overdosis phenytoin
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan akibat warfarin jika paracetamol digunakan dalam jangka panjang
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping pada liver jika digunakan dengan isoniazid atau obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari chloramphenicol atau busulfan
  • Penurunan efektivitas lamotrigine dalam mencegah kejang

Agar proses pengobatan membuahkan hasil yang maksimal, konsultasikan ke dokter jika akan menggunakan Coldrexin bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Coldrexin

Coldrexin dapat menyebabkan efek samping akibat kandungan paracetamol, chlorpheniramine, phenylephrine, maupun sulfogaiacol potassium. Beberapa efek samping yang dapat terjadi, antara lain:

  • Kantuk
  • Mual atau muntah
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada perut
  • Mulut, tenggorokan, hidung, atau mata terasa kering
  • Pusing
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Gangguan pencernaan, seperti diare

Untuk mendapatkan respons yang cepat, Anda bisa berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter. Dengan begitu, dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk meredakan efek samping.

Hentikan penggunaan Coldrexin dan segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat, seperti ruam atau bengkak pada wajah dan bibir, atau kesulitan bernapas. Segera dapatkan pertolongan medis jika muncul gejala serius, seperti:

  • Dada berdebar kencang atau tidak beraturan
  • Pusing berat atau pingsan
  • Sesak napas
  • Muntah terus-menerus
  • Gejala gangguan hati, seperti nyeri perut bagian kanan atas, urine berwarna gelap, kulit atau bagian putih mata menguning