Fargoxin adalah obat antiaritmia berbahan aktif digoxin. Fargoxin digunakan untuk menangani gangguan irama jantung atau gagal jantung. Digoxin tersedia dalam bentuk tablet yang penggunaannya harus dengan arahan dokter.

Fargoxin mengandung 0,25 mg digoxin per tablet. Bahan aktif ini bekerja dengan cara memengaruhi beberapa jenis mineral, yaitu natrium dan kalium di dalam sel-sel jantung. Dengan begitu, beban kerja jantung akan berkurang, irama jantung kembali normal dan stabil, serta detak jantung menjadi kuat lagi.

Fargoxin

Apa itu Digoxin

Bahan aktif Digoxin
Golongan Obat resep
Kategori Antiaritmia
Manfaat Mengatasi aritmia dan gagal jantung
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Fargoxin untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping digoxin terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Fargoxin untuk ibu menyusui Produk digoxin tablet, seperti Fargoxin, aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai petunjuk dokter.
Bentuk obat Tablet

Peringatan sebelum Menggunakan Fargoxin

Penggunaan Fargoxin tidak boleh asal-asalan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan digoxin, yaitu:

  • Informasikan kepada dokter tentang riwayat alergi Anda. Fargoxin tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap digoxin.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita amiloidosis jantung, perikarditis, kardiomiopati, ventrikel fibrilasi, aritmia karena obat jantung tertentu, atau blok atrioventrikular, terutama jika memiliki riwayat penyakit sindrom Stokes-Adams.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita sick sinus syndrome, miokarditis, penyakit ginjal, penyakit tiroid, gangguan pernapasan, gangguan pembuluh darah, atau sindrom malabsorbsi. Beri tahu juga jika Anda baru-baru ini mengalami serangan jantung.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Fargoxin jika Anda pernah mengalami gangguan elektrolit, terutama hipokalemia, hipokalsemia, hiperkalsemia, atau hipomagnesemia.
  • Pastikan dokter mengetahui jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang dalam masa menyusui.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter perihal penggunaan Fargoxin jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan digoxin jika direncanakan untuk menjalani operasi atau tindakan medis apa pun.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan jika timbul keluhan pusing dan penglihatan kabur setelah minum digoxin.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan digoxin agar tidak timbul efek samping.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Fargoxin.

Dosis dan Aturan Pakai Fargoxin

Dosis digoxin dalam Fargoxin akan disesuaikan oleh dokter dengan usia dan kondisi ginjal pasien. Dalam kondisi tertentu, dokter akan menentukan dosis digoxin untuk anak-anak berdasarkan berat badan (BB) pasien.

Berikut adalah pembagian dosis digoxin dalam penanganan atrial fibrilasi, atrial flutter, atau gagal jantung:

  • Dewasa: Dosis awal 750–1.500 mcg (0,75–1,5 mg). yang diberikan dalam 24 jam pertama sebagai dosis tunggal. Dosis awal dapat diberikan dalam dosis terbagi setiap 6 jam jika kondisi tidak terlalu berbahaya. Dosis pada pasien yang mengalami gagal jantung ringan adalah 250–750 mcg (0,25–0,75 mg) tiap hari selama 1 minggu. Dosis pemeliharaan umumnya adalah adalah 0,125–0,25 mg per hari.
  • Bayi prematur dengan BB <1,5 kg: dosis awal adalah 25 mcg/kgBB per hari.
  • Bayi prematur dengan BB 1,5–2,5 kg: dosis awal adalah 30 mcg/kgBB per hari.
  • Bayi usia 0–24 bulan: dosis awal adalah 45 mcg/kgBB per hari.
  • Anak usia >2–5 tahun: dosis awal adalah 35 mcg/kgBB per hari.
  • Anak usia >5–10 tahun: dosis awal adalah 25 mcg/kgBB per hari.

Dosis awal pada bayi prematur dan anak-anak diberikan secara bertahap. Pemberian pertama adalah setengah dari dosis awal dan diberikan dalam 1 kali pemberian. Selanjutnya, dosis yang tersisa dibagi lagi ke dalam beberapa pemberian dan diberikan setiap 4–8 jam.

Cara Menggunakan Fargoxin dengan Benar

Gunakan Fargoxin sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Berikut tata cara penggunaan Fargoxin yang benar:

Digoxin tablet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan tablet dengan air putih.

Jika lupa mengonsumsi digoxin tablet, segera konsumsi jika belum medekati jadwal konsumsi obat berikutnya. Apabila sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis pada jadwal konsumsi selanjutnya.

Patuhi jadwal kontrol yang telah diberikan oleh dokter. Selama menjalani pengobatan dengan digoxin, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan tes darah lengkap, atau pemeriksaan fungsi ginjal, secara rutin.

Jika memungkinkan, periksa tekanan darah dan denyut nadi Anda setiap hari menggunakan tensimeter di rumah selama mengonsumsi digoxin. Konsultasikan dengan dokter jika denyut nadi atau tekanan darah Anda terlalu rendah.

Simpan digoxin di tempat kering dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Fargoxin dengan Obat Lain

Mengingat Fargoxin mengandung digoxin, efek interaksi yang terjadi jika produk ini digunakan dengan obat lain adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika digunakan bersama penghambat beta, muscle relaxant, atau suntikan kalsium yang cepat
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari digoxin jika digunakan bersamaan dengan obat yang dapat memicu hipokalemia (misalnya lithium), kortikosteroid, atau obat golongan diuretik
  • Peningkatan risiko memburuknya kondisi aritmia dan hipokalemia jika digunakan bersama epinefrin, norepinefrin, atau dopamin
  • Peningkatan kadar dan efek samping digoxin jika digunakan dengan obat antihipertensi, antibiotik, NSAID, antiaritmia, antivirus, tolvaptan, itraconazole, kina, alprazolam, ciclosporin, atorvastatin, ranolazine, lapatinib, atau ticagrelor
  • Penurunan kadar dan efektivitas digoxin jika digunakan dengan obat antasida, bulk laxatives, dan kaolin pectin
  • Penurunan kadar dan efektivitas digoxin jika digunakan dengan antibiotik tertentu, seperti neomycin dan rifampicin
  • Penurunan kadar dan efektivitas digoxin jika digunakan dengan metoclopramide, acarbose, cholestyramine, penicillamine, salbutamol, bupropion, atau phenytoin

Selain itu, penurunan kadar dan efektivitas digoxin dapat terjadi jika obat ini dikonsumsi bersama obat herbal St. John’s wort. Oleh sebab itu, pastikan untuk memberi tahu dokter jika hendak menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun bersama Fargoxin.

Efek Samping dan Bahaya Digoxin

Efek samping yang timbul akibat penggunaan produk digoxin, seperti Fargoxin, bisa berupa:

  • Mual atau muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Pusing atau sakit kepala
  • Tubuh terasa lemah
  • Diare
  • Cemas

Bila efek samping tidak kunjung membaik atau justru semakin mengganggu, Anda bisa berkonsultasi melalui layanan Chat Bersama Dokter. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan saran penanganan yang sesuai

Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Detak jantung tidak teratur
  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • BAB berdarah atau feses berwarna hitam dan bertekstur kental
  • Linglung atau muncul halusinasi
  • Nyeri atau bengkak pada payudara
  • Pembesaran payudara pada pria (ginekomastia)
  • Gangguan penglihatan yang menetap, seperti penglihatan kabur
  • Sedih berkepanjangan, merasa putus asa, selalu merasa bersalah atau menyalahkan diri sendiri, timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri

Pada bayi dan anak-anak, obat berbahan digoxin, seperti Fargoxin, dapat menyebabkan efek samping serius berupa sakit perut, penurunan berat badan, pertambahan tinggi badan melambat, dan perubahan perilaku. Segera konsultasikan dengan dokter anak jika efek samping ini terjadi pada anak Anda.

Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter tanpa harus datang langsung ke tempat praktik. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi secara online guna mendapatkan informasi medis lebih lanjut sebelum ke fasilitas kesehatan.