Metalyse adalah obat untuk menangani serangan jantung akut guna meningkatkan peluang keselamatan nyawa pasien. Obat ini digunakan sebagai penanganan darurat dan harus diberikan sesegera mungkin setelah gejala serangan jantung muncul.

Matelyse mengandung tenecteplase yang bekerja dengan cara melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di jantung, sehingga aliran darah ke otot jantung dapat kembali lancar. Obat ini tersedia dalam bentuk suntik yang hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Metalyse

Apa Itu Metalyse

Bahan aktif  Tenecteplase 
Golongan Obat resep
Kategori Fibrinolitik (trombolitik)
Manfaat Melarutkan gumpalan darah yang menyebabkan gangguan aliran darah pada arteri jantung
Digunakan oleh Dewasa 
Metalyse untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Metalyse untuk ibu menyusui Belum diketahui apakah penggunaan Metalyse pada ibu menyusui dapat menyebabkan efek samping pada bayinya. Jika penggunaannya diperlukan, sebaiknya ibu tidak menyusui selama 12 jam setelah pemberian obat ini.
Bentuk obat Suntik

Peringatan sebelum Menggunakan Metalyse 

Metalyse biasanya digunakan di rumah sakit. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan apabila orang terdekat Anda hendak diberikan obat ini, antara lain:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi pasien. Metalyse tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
  • Informasikan kepada dokter jika pasien pernah atau sedang mengalami perdarahan dari bagian tubuh mana pun, hipertensi yang tidak terkontrol, tumor otak, aneurisma, atau gangguan pembekuan darah, termasuk hemofilia. Metalyse tidak boleh digunakan pada kondisi tersebut.
  • Sampaikan kepada dokter jika pasien menjalani operasi pada otak atau tulang belakang dalam 2 bulan terakhir. Metalyse tidak direkomendasikan untuk orang dengan kondisi tersebut.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Metalyse jika pasien sedang atau pernah menderita stroke, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, endokarditis, penyakit liver, perikarditis akut, retinopati diabetik, atau penyakit ginjal.
  • Beri tahu dokter jika pasien pernah atau sedang mengalami cedera berat, memar yang parah, infeksi pada area pemasangan infus, atau perdarahan, termasuk perdarahan otak dan perdarahan saluran cerna.
  • Informasikan kepada dokter jika pasien pernah menjalani operasi besar atau biopsi organ.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika pasien sedang hamil, berencana hamil, baru melahirkan, atau sedang dalam masa menyusui.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Metalyse jika pasien sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Beri tahu dokter bahwa pasien sedang menggunakan Metalyse jika ia direncanakan untuk menjalani tes laboratorium atau prosedur medis, termasuk operasi.
  • Segera laporkan ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah pasien menggunakan Metalyse.

Dosis dan Aturan Pakai Metalyse 

Metalyse akan diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau IV/intravena. Berikut adalah dosis umum penggunaan Metalyse untuk menangani infark miokard akut: 

  • Dewasa dengan berat badan <60 kg: 30 mg atau 6.000 unit
  • Dewasa dengan berat badan 60–70 kg: 35 mg atau 7.000 unit 
  • Dewasa dengan berat badan 70–80 kg: 40 mg atau 8.000 unit
  • Dewasa dengan berat badan 80–90 kg: 45 mg atau 9.000 unit
  • Dewasa dengan berat badan >90 kg: 50 mg atau 10.000 unit 
  • Dosis maksimal: 50 mg atau 10.000 unit.

Semua dosis diberikan sebagai injeksi bolus tunggal selama kurang lebih 5–10 detik.

Cara Menggunakan Metalyse dengan Benar 

Metalyse akan diberikan di rumah sakit dan disuntikkan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter. Ikuti instruksi dokter selama dalam pengobatan dengan Metalyse agar efektivitas pengobatan maksimal.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan Metalyse:

  • Metalyse perlu diberikan dalam kurun waktu 30 menit sesudah munculnya gejala serangan jantung.
  • Metalyse akan diberikan secara intravena atau ke dalam pembuluh darah vena (IV) melalui suntikan atau infus.
  • Pemberiaan Metalyse akan diawasi secara ketat oleh dokter. Selama pasien menjalani pengobatan dengan Metalyse, dokter akan memantau pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah pasien.
  • Laporkan kepada dokter jika pasien mengalami efek samping yang mengganggu setelah pemberian suntik Metalyse. 

Interaksi Metalyse dengan Obat Lain 

Kandungan tenecteplase dalam Metalyse dapat berinteraksi dengan obat tertentu jika digunakan secara bersamaan. Efek interaksi yang terjadi bisa berupa:

  • Penurunan efektivitas Metalyse jika digunakan dengan prothrombin complex concentrate (obat untuk penderita hemofilia) atau asam traneksamat
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan bersama apixaban, warfarin, ticagrelor, atau OAINS, seperti aspirin, celecoxib, diclofenac.
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan suplemen bawang putih, suplemen jahe, suplemen ginseng, atau suplemen ginkgo biloba

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, selalu beri tahu dokter jika hendak menggunakan obat lain bersama Metalyse. 

Efek Samping dan Bahaya Metalyse 

Penggunaan Metalyse dapat menyebabkan efek samping, seperti:

  • Perdarahan atau memar di sekitar area yang disuntik
  • Hematoma
  • Mual atau muntah
  • Demam

Beri tahu dokter atau tenaga medis yang sedang bertugas jika pasien mengalami efek samping di atas.

Segera laporkan ke dokter jika penggunaan Metalyse menimbulkan reaksi alergi atau efek samping lebih serius, termasuk:

  • Muncul memar di beberapa tempat di tubuh
  • Perdarahan yang terjadi tiba-tiba dan sulit berhenti, seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Urine berwarna pink atau merah, feses berdarah atau berwarna hitam, muntah berdarah, atau muntah yang menyerupai bubuk kopi
  • Mati rasa, gangguan penglihatan, sakit kepala berat, bicara cadel,  atau lumpuh sebelah badan yang terjadi secara mendadak
  • Berat badan naik pesat dalam waktu singkat, tubuh bengkak, sulit buang air kecil, atau frekuensi buang air kecil berkurang
  • Jari di tangan atau kaki berwarna gelap atau keunguan
  • Detak jantung lambat, sesak napas, atau pusing berat seperti akan pingsan
  • Nyeri punggung yang berat dan tiba-tiba, otot lemah, dan mati rasa di lengan atau kaki
  • Tekanan darah tinggi, yang gejalanya berupa sakit kepala berat, penglihatan buram, cemas, atau jantung berdebar, yang bisa terasa hingga leher dan telinga
  • Pankreatitis, yang gejalanya meliputi rasa sakit pada perut bagian atas yang menjalar ke dada dan punggung, perut bengkak dan sakit bila disentuh, mual dan muntah, kulit dan mata menguning (penyakit kuning)