Rosuvastatin

Pengertian Rosuvastatin

Merek Dagang: Crestor dan Recansa

Rosuvastatin adalah obat yang digunakan untuk mengontrol pembentukan kolesterol dan trigliserida, sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Lemak dibentuk secara alami oleh tubuh dari makanan, dan dapat dengan mudah disimpan sebagai cadangan makanan. Apabila kosentrasi lemak di dalam darah tinggi (hiperlipidemia, hiperkolesterolemia) dan tidak segera ditangani, dapat memunculkan sejumlah penyakit, seperti stroke dan serangan jantung.

Tentang Rosuvastatin

Golongan Statin
Kategori Obat resep
Manfaat ·         Mengurangi kadar lemak (kolesterol, trigliserida)·         Mencegah penyumbatan pembuluh darah·         Mengurangi risiko stroke dan serangan jantung
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori X: Obat-obatan yang berisiko tinggi menyebabkan kecacatan permanen pada janin yang tidak boleh digunakan pada saat hamil dan menyusui.
Bentuk obat Tablet

Peringatan:

Sebelum meresepkan rosuvastatin, dokter perlu mengetahui jika pasien:

  • Memiliki masalah atau pernah mengalami gangguan pada ginjal, hati, dan otot.
  • Memiliki alergi terhadap obat atau sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya.
  • Mengalami hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif).
  • Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.

Dosis Rosuvastatin

Dosis awal untuk pasien dewasa adalah 5 – 10 mg perhari. Pada wanita Asia dengan usia di atas 70 tahun, dosis awal yang digunakan adalah dosis terendah, yaitu 5 mg. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan bertahap setiap interval waktu 4 minggu menjadi 20 mg perhari. Dosis maksimal obat ini adalah 40 mg tiap hari.

Untuk anak-anak usia di atas 10 tahun, misalnya pada  heterozygous familial hypercholesterolaemia, dosis yang diberikan adalah 5 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan bertahap sesuai kebutuhan setiap interva waktu 4 minggu. Dosis maksimal untuk anak-anak adalah 20 mg per hari.

Mengonsumsi Rosuvastatin dengan Benar

Rosuvastatin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, dan diminum dengan air putih. Tablet ini baik dikonsumsi dalam keadaan utuh. Jangan dipatahkan, dihancurkan, atau dikunyah.

Selama menjalani pengobatan dengan rosuvastatin, dokter mungkin akan menganjurkan Anda menjalani diet sehat melalui makanan atau minuman yang mengandung gula, lemak, dan kolesterol yang rendah.

Usahakan untuk mengonsumsi rosuvastatin pada waktu yang sama tiap harinya agar pengobatan lebih efektif.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi rosuvastatin, disarankan untuk segera meminumnya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis di jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Interaksi obat

Rosuvastatin tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain karena bisa menimbulkan interaksi antar obat. Namun dalam kondisi tertentu, dokter mungkin akan meresepkannya bersamaan dengan obat yang lain.

Untuk menghindari interaksi yang parah dan mencegah timbulnya dampak negatif, dokter akan menentukan dosis atau intensitas penggunaan obat satu dengan lainnya.

Rosuvastatin dapat meningkatkan kadar warfarin dan obat kontrasepsi oral di dalam darah. Sementara kadar rosuvastatin sendiri di dalam darah dapat meningkat dengan penggunaan bersama itraconazole atau obat-obat HIV protease inhibitor, dan menurun bila dikonsumsi bersama erythromycin dan obat-obat antasida.

Penggunaan rosuvastatin dengan fenofibrate atau niacin dapat meningkatkan risiko terjadinya miopati. Dan kombinasi dengan gemfibrozil atau siklosporin dapat meningkatkan risiko terjadinya rhabdomyolysis, yang bisa berakibat fatal.

Efek samping Rosuvastatin

Beberapa efek samping yang umumnya muncul adalah sebagai reaksi penyesuaian tubuh terhadap obat. Efek samping tersebut berupa badan terasa nyeri, sakit kepala, nyeri sendi, batuk, tenggorokan kering, sakit saat menelan, suara serak dan berubah, hidung berair, sembelit, atau bengkak pada leher.

Meskipun jarang, rosuvastatin dapat menimbulkan efek samping yang serius pada beberapa orang, di antaranya:

  • Keram atau nyeri otot khususnya di daerah tungkai, disertai dengan demam tinggi atau rasa tidak enak badan.
  • Napas memendek dan batuk tanpa sebab. Keluhan ini bisa disebabkan oleh penyakit paru interstisial sebagai efek samping rosuvastatin.
  • Reaksi alergi, seperti kemerahan pada kulit dan pembengkakan di sekitar mulut atau wajah.