Anakonidin OBH adalah obat sirup untuk mengatasi gejala flu dan batuk pada anak. Anakonidin OBH mengandung lima bahan aktif yang bekerja sama untuk mengurangi gejala flu, seperti demam, bersin-bersin, serta hidung tersumbat, yang disertai batuk.
Setiap 5 ml sirup Anakonidin OBH mengandung 120 mg paracetamol, 100 mg succus liquiritiae, dan 50 mg amonium klorida. Sirup obat batuk dan flu anak ini juga mengandung 7,5 mg pseudoephedrine dan 1 mg chlorpheniramine maleate.

Paracetamol bekerja langsung di bagian otak yang mengendalikan suhu tubuh dan nyeri. Cara kerjanya ini bisa meredakan sakit kepala dan demam ketika anak flu. Sementara itu, pseudoephedrine bekerja dengan cara mengempiskan pembuluh darah yang bengkak di rongga hidung. Dengan begitu, hidung tersumbat bisa mereda.
Tidak hanya itu, Anakonidin OBH juga mengandung succus liquiritiae (licorice) dan amonium klorida yang bekerja sebagai ekspektoran untuk mengencerkan dahak. Sementara itu, chlorpheniramine yang merupakan antihistamin bekerja dengan cara menghambat efek senyawa pemicu gejala alergi, termasuk bersin-bersin.
Beli Anakonidin OBH di Aloshop
Apa Itu Anakonidin OBH
| Bahan aktif | Paracetamol, succus liquiritiae, amonium klorida, pseudoephedrine, dan chlorpheniramine maleate |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Obat flu dan batuk anak kombinasi analgesik dan antipiretik, ekspektoran, dekongestan, dan antihistamin |
| Manfaat | Mengatasi gejala flu yang disertai batuk pada anak-anak |
| Digunakan oleh | Anak usia ≥ 2 tahun |
| Anakonidin OBH untuk ibu hamil dan ibu menyusui | Anakonidin OBH umumnya hanya diperuntukkan bagi anak-anak |
| Bentuk obat | Sirop |
Peringatan sebelum Menggunakan Anakonidin OBH
Meski bisa dibeli secara bebas, Anakonidin OBH tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan atau memberikan obat ini kepada anak, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:
- Jangan memberikan Anakonidin OBH kepada anak yang alergi terhadap kandungan obat ini, atau obat lain yang mengandung ephedrine atau phenylpropanolamine. Bila ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum memberikan obat ini kepada anak.
- Konsultasikan ke dokter sebelum memberikan obat ini kepada anak, terutama yang berusia <6 tahun.
- Jangan memberikan Anakonidin OBH tanpa arahan dokter bila anak mengalami keluhan susah buang air kecil.
- Bicarakan dengan dokter sebelum memberikan Anakonidin OBH kepada anak jika ia memiliki asma, glaukoma, hipertensi, penyakit tiroid, tukak lambung, diabetes, epilepsi, pheochromocytoma, atau penyakit jantung.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat berbahan aktif paracetamol jika anak sedang menderita gangguan fungsi hati yang tergolong berat, defisiensi G6PD, penyakit ginjal, malnutrisi kronis, anemia hemolitik, atau penyakit infeksi yang berat.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Anakonidin OBH jika anak sedang menjalani terapi dengan obat tertentu, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter bahwa anak sedang mengonsumsi Anakonidin OBH jika ia direncanakan untuk menjalani operasi atau pemeriksaan medis tertentu.
- Segera hubungi dokter jika anak mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Anakonidin OBH.
Dosis dan Aturan Pakai Anakonidin OBH
Untuk mengatasi flu dan batuk anak, Anda dapat memberikan Anakonidin OBH dengan dosis umum penggunaannya berikut ini:
- Anak usia 2–6 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari
- Anak usia 6–12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3 kali sehari
Cara Menggunakan Anakonidin OBH dengan Benar
Gunakanl Anakonidin OBH sesuai aturan pakai yang terdapat pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Anakonidin OBH dengan benar di bawah ini agar mendapat hasil pengobatan maksimal:
- Berikan Anakonidin OBH kepada anak pada saat ia makan atau segera setelah makan. Tujuannya adalah agar tidak timbul sakit perut.
- Pastikan untuk mengocok botol sebelum obat digunakan.
- Gunakan alat takar yang disertakan dalam kemasan Anakonidin OBH supaya dosisnya akurat.
- Hentikan pemberian Anakonidin OBH jika keluhan flu dan batuk anak sudah hilang.
- Jangan menggunakan Anakonidin OBH lebih dari 3 hari karena dapat menyebabkan efek samping dan memperburuk gejala.
- Hentikan pengobatan dan hubungi dokter jika keluhan flu dan batuk belum membaik. Untuk mendapat respons yang cepat, lakukan konsultasi melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
- Simpan Anakonidin OBH di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Anakonidin OBH yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Anakonidin OBH dengan Obat Lain
Beberapa kandungan Anakonidin OBH bisa berinteraksi dengan obat lain jika digunakan secara bersamaan. Efek interaksi yang terjadi bisa berupa:
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika dikonsumsi bersama metoclopramide, domperidone, probenecid, atau isoniazid
- Peningkatan kadar chloramphenicol atau busulfan di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping
- Penurunan efek antihipertensi dari metildopa, penghambat alfa, atau penghambat beta, seperti bisoprolol
- Peningkatan risiko terjadinya hipertensi jika digunakan dengan antidepresan trisiklik, atau stimulan, seperti methylphenidate
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan bersama obat glikosida jantung, seperti digoxin; atau obat antikolinergik
- Peningkatan efek kantuk jika digunakan bersama obat penenang, obat nyeri opioid, obat tidur, atau phenobarbital
- Peningkatan risiko terjadinya keracunan phenytoin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan dengan diuretik hemat kalium, seperti spironolactone
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat golongan salisilat, seperti aspirin
- Penurunan efektivitas obat penghambat alfa atau penghambat beta
- Penurunan efektivitas obat lamotrigine dalam mencegah kejang
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum memberikan Anakonidin OBH, terutama jika anak sedang menggunakan obat apa pun secara rutin.
Efek Samping dan Bahaya Anakonidin OBH
Obat flu dan batuk berbahan pseudoephedrine, chlorpheniramine, dan amonium klorida, seperti Anakonidin OBH, bisa menimbulkan efek samping berupa:
- Kantuk
- Mulut kering, tenggorokan kering, hidung terasa kering
- Gangguan pencernaan, seperti mual, sakit perut, atau sembelit
Hentikan penggunaan Anakonidin OBH jika anak mengalami rewel, jantung berdebar, dan susah tidur setelah mengonsumsi obat ini.
Segera temui dokter jika anak mengalami efek samping yang serius, termasuk:
- Kejang
- Detak jantung terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan
- Perubahan mental, seperti halusinasi, linglung, gelisah yang parah
- Gemetar atau tremor
- Sulit buang air kecil, urine yang keluar makin sedikit, atau tidak keluar sama sekali
- Memar atau perdarahan yang tidak jelas penyebabnya
Untuk memudahkan konsultasi dengan dokter, gunakanlah fitur buat janji temu dengan dokter di aplikasi ALODOKTER. Melalui fitur tersebut, Anda bisa langsung membuat janji temu berdasarkan lokasi, jadwal, dan ulasan dari pengguna lain.
Segera bawa anak ke IGD rumah sakit terdekat jika ia mengalami reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Anakonidin OBH. Gejala alergi obat bisa berupa biduran, gatal-gatal, bengkak di bibir dan kelopak mata, mengi, atau sesak napas.