Panadol hijau adalah adalah obat berbentuk kaplet yang mengandung paracetamol, pseudoephedrine, dan dextromethorphan. Obat ini bermanfaat untuk meringankan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, dan hidung tersumbat, yang disertai batuk tidak berdahak.
Panadol hijau adalah sebutan yang umum digunakan untuk Panadol Cold and Flu. Varian Panadol dengan kemasan dominan hijau ini mengandung 500 mg paracetamol, 30 mg pseudoephedrine, dan 15 mg dextromethorphan.

Kandungan paracetamol pada Panadol Cold and Flu bekerja langsung pada pusat pengendali suhu tubuh dan rasa nyeri yang berada di hipotalamus. Dengan begitu, demam dan nyeri bisa mereda.
Pseudoephedrine merupakan dekongestan yang bekerja mengecilkan pembuluh darah yang bengkak dan menyumbat rongga hidung sehingga meredakan hidung tersumbat. Sementara itu, dextromethorphan adalah obat antitusif yang mampu mengurangi sinyal batuk dari otak sehingga keinginan untuk batuk berkurang.
Apa Itu Panadol Hijau
| Bahan aktif | Paracetamol, pseudoephedrine, dan dextromethorphan |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Kombinasi analgetik-antipiretik, antitusif, dan dekongestan |
| Manfaat | Meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, dan hidung tersumbat, yang disertai batuk tidak berdahak |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Panadol Cold and Flu untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pseudoephedrine dan dextromethorphan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Panadol Cold and Flu tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali atas arahan dokter. | |
| Panadol Cold and Flu untuk ibu menyusui | Panadol Cold and Flu tidak dianjurkan untuk ibu menyusui, kecuali atas arahan dokter. |
| Bentuk obat | Kaplet |
Peringatan sebelum Menggunakan Panadol Hijau
Panadol hijau tidak dianjurkan untuk anak usia <12 tahun, kecuali atas petunjuk dokter. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Panadol Cold and Flu antara lain:
- Jangan menggunakan Panadol Cold and Flu jika Anda alergi terhadap kandungan obat ini. Apabila ragu, beri tahu dokter tentang riwayat alergi Anda sebelum menggunakan Panadol hijau.
- Hindari penggunaan Panadol hijau tanpa persetujuan dokter jika Anda sedang mengalami keluhan retensi urine atau susah buang air kecil, misalnya karena pembesaran prostat.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Panadol Cold and Flu jika Anda memiliki glaukoma, diabetes, penyakit tiroid, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit liver, atau kondisi yang bisa memicu hipertensi maupun stroke, termasuk obesitas.
- Mintalah saran dokter sebelum menggunakan Panadol hijau jika Anda sedang mengalami batuk dengan dahak yang banyak atau batuk kronis.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Panadol hijau jika Anda sedang atau pernah menderita gangguan pernapasan, seperti asma.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Panadol hijau jika Anda sedang hamil atau menyusui.
- Diskusikan perihal penggunaan Panadol hijau ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat berbahan paracetamol jika Anda sedang mengalami kecanduan alkohol atau sering mengonsumsi minuman beralkohol.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan obat berbahan aktif paracetamol. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kerusakan hati.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi obat ini jika direncanakan untuk menjalani operasi atau pemeriksaan medis tertentu.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Panadol Cold and Flu.
Dosis dan Aturan Pakai Panadol Hijau
Dosis Panadol hijau sebagai obat flu atau batuk pilek untuk orang dewasa adalah 1 kaplet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Panadol Hijau dengan Benar
Gunakan Panadol Cold and Flu sesuai petunjuk pada kemasan obat, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan Panadol hijau melebihi dosis yang dianjurkan atau menggunakannya bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol.
Berikut adalah panduan penggunaan Panadol Panadol Cold and Flu:
- Panadol hijau dapat dikonsumsi pada waktu makan atau sesudah makan.
- Telan kaplet Panadol Panadol Cold and Flu dengan air putih secukupnya.
- Hentikan penggunaan Panadol hijau jika keluhan batuk pilek sudah membaik. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika ada gejala.
- Jangan menggunakan Panadol hijau lebih dari 3 hari karena justru dapat menyebabkan efek samping dan memperburuk gejala.
- Hubungi dokter jika gejala batuk pilek tidak berkurang sama sekali dalam waktu 3 hari mengonsumsi Panadol hijau. Anda bisa melakukan konsultasi online melalui layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut yang cepat.
- Simpan Panadol hijau di tempat bersuhu ruangan. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Panadol hijau yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Panadol Hijau dengan Obat Lain
Berdasarkan bahan aktifnya, efek interaksi yang bisa terjadi jika Panadol Cold and Flu digunakan bersama obat lain adalah:
- Penurunan efek antihipertensi dari metildopa, penghambat alfa, atau penghambat beta, seperti bisoprolol
- Peningkatan risiko terjadinya hipertensi jika digunakan dengan antidepresan trisiklik, atau stimulan, seperti methylphenidate
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan bersama digoxin atau obat antikolinergik
- Peningkatan risiko terjadinya serotonin syndrome jika digunakan bersama antidepresan golongan SSRI atau trisiklik
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dextromethorphan jika digunakan dengan haloperidol atau amiodarone
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping pusing, kantuk, dan sulit berkonsentrasi jika digunakan dengan antihistamin atau pereda nyeri opioid
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika digunakan bersama metoclopramide, domperidone, probenecid, atau isoniazid
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika paracetamol digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
Agar terhindar dari efek interaksi obat yang tidak diinginkan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika akan menggunakan obat lain bersama Panadol hijau.
Efek Samping dan Bahaya Panadol Hijau
Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan Panadol hijau. Namun, beberapa kemungkinan efek samping yang dapat terjadi meliputi:
- Sakit perut atau dispepsia
- Mual atau muntah
- Sembelit
- Mulut kering
Hentikan penggunaan Panadol Cold and Flu jika timbul pusing, susah tidur, atau jantung berdebar setelah mengonsumsi obat ini.
Meski jarang terjadi, penggunaan obat batuk pilek berisi pseudoephedrine dan dextromethorphan juga bisa menimbulkan efek samping yang serius, seperti:
- Gemetar atau tremor
- Susah buang air kecil
- Perubahan mental, seperti halusinasi, linglung, gelisah yang parah
- Detak jantung terlalu cepat atau tidak beraturan
- Kejang
- Gejala alergi obat, seperti ruam kulit yang meluas atau disertai lepuhan, gatal-gatal, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, atau sesak napas
Penggunaan obat berbahan paracetamol dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan gangguan fungsi hati. Gejala gangguan liver antara lain sakit di perut bagian kanan atas, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat atau keabu-abuan seperti dempul, kulit dan mata menguning (penyakit kuning).
Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Panadol hijau.
Melalui fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda dapat melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan langsung melakukan booking dalam beberapa klik. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi secara online guna mendapatkan informasi medis lebih lanjut sebelum ke fasilitas kesehatan.
Segera cari pertolongan medis ke IGD di rumah sakit terdekat jika muncul kondisi yang sangat berat, seperti kejang, sesak napas, atau penurunan kesadaran, setelah mengonsumsi Panadol hijau.