Paramex Flu dan Batuk adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, dan hidung tersumbat, yang disertai batuk kering. Paramex Flu dan Batuk tersedia dalam bentuk tablet yang mengandung paracetamol, pseudoephedrine, dan dextromethorphan.
Paramex Flu dan Batuk merupakan salah satu varian produk Paramex. Dalam tiap tablet Paramex Flu dan Batuk, terkandung 500 mg paracetamol, 30 mg pseudoephedrine, dan 15 mg dextromethorphan.

Paramex Flu dan Batuk mengandung tiga bahan aktif dengan cara kerja yang berbeda. Paracetamol bekerja langsung di bagian otak yang mengatur suhu tubuh dan rasa nyeri sehingga demam dan nyeri bisa mereda.
Kandungan pseudoephedrine pada Paramex Flu dan Batuk bekerja mengecilkan pembuluh darah yang bengkak di rongga hidung sehingga dapat melegakan hidung tersumbat. Sementara itu, dextromethorphan bertindak sebagai antitusif yang menekan sinyal batuk dari otak sehingga keinginan untuk batuk berkurang.
Beli Paramex Flu dan Batuk di Aloshop
Apa Itu Paramex Flu dan Batuk
| Bahan aktif | Paracetamol, pseudoephedrine, dan dextromethorphan |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Kombinasi analgetik-antipiretik, dekongestan, dan antitusif |
| Manfaat | Meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, dan hidung tersumbat, yang disertai batuk tidak berdahak |
| Digunakan oleh | Dewasa dan dan anak usia ≥6 tahun |
| Paramex Flu dan Batuk untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pseudoephedrine dan dextromethorphan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Paramex Flu dan Batuk tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali atas arahan dokter. | |
| Paramex Flu dan Batuk untuk ibu menyusui | Paramex Flu dan Batuk tidak dianjurkan untuk ibu menyusui, kecuali atas petunjuk dokter. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Paramex Flu dan Batuk
Paramex Flu dan Batuk tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan fungsi hati yang tergolong berat, misalnya gagal hati. Sebelum Paramex Flu dan Batuk digunakan, penting untuk memahami beberapa poin berikut:
- Jangan menggunakan Paramex Flu dan Batuk jika Anda alergi terhadap kandungan obat ini. Apabila ragu, berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Paramex Flu dan Batuk.
- Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan Paramex Flu dan Batuk jika sedang mengalami keluhan retensi urine atau susah buang air kecil, misalnya karena pembesaran prostat.
- Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Paramex Flu dan Batuk jika Anda memiliki glaukoma, penyakit liver, porfiria, diabetes, penyakit tiroid, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kondisi yang bisa memicu hipertensi maupun stroke, termasuk berat badan berlebih (overweight).
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Paramex Flu dan Batuk jika Anda sedang mengalami batuk dengan dahak yang banyak atau batuk kronis.
- Mintalah saran dokter sebelum menggunakan Paramex Flu dan Batuk jika Anda sedang menderita gangguan pernapasan, seperti asma atau emfisema.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Paramex Flu dan Batuk jika Anda sedang hamil atau menyusui.
- Diskusikan perihal penggunaan Paramex Flu dan Batuk ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat berbahan paracetamol jika Anda sedang mengalami kecanduan alkohol atau sering mengonsumsi minuman beralkohol.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan obat berbahan aktif paracetamol. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kerusakan hati.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi obat ini jika direncanakan untuk menjalani operasi atau pemeriksaan medis tertentu.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan jika timbul kantuk dan pusing setelah mengonsumsi Paramex Flu dan Batuk. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum beraktivitas kembali.
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Paramex Flu dan Batuk.
Dosis dan Aturan Pakai Paramex Flu dan Batuk
Dosis Paramex Flu dan Batuk untuk orang dewasa dan anak usia >12 tahun adalah 1 tablet, 3 kali sehari. Untuk anak usia 6–12 tahun, dosisnya ½ tablet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Paramex Flu dan Batuk dengan Benar
Gunakan Paramex Flu dan Batuk sesuai petunjuk pada kemasan obat, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan Paramex Flu dan Batuk melebihi dosis yang dianjurkan atau menggunakannya bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol.
Berikut adalah panduan penggunaan Paramex Flu dan Batuk:
- Paramex Flu dan Batuk dapat dikonsumsi pada waktu makan atau sesudah makan.
- Telan tablet Paramex Flu dan Batuk dengan air putih secukupnya.
- Hentikan penggunaan Paramex Flu dan Batuk jika keluhan batuk pilek sudah membaik. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika ada gejala.
- Jangan menggunakan Paramex Flu dan Batuk lebih dari 3 hari karena justru dapat menyebabkan efek samping dan memperburuk gejala.
- Hubungi dokter jika gejala batuk pilek tidak berkurang sama sekali dalam waktu 3 hari mengonsumsi Paramex Flu dan Batuk. Anda bisa melakukan konsultasi online melalui layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut yang cepat.
- Simpan Paramex Flu dan Batuk di tempat bersuhu ruangan. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Paramex Flu dan Batuk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Paramex Flu dan Batuk dengan Obat Lain
Efek interaksi yang bisa terjadi jika kandungan dalam Paramex Flu dan Batuk digunakan bersama obat lain adalah:
- Penurunan efek antihipertensi dari metildopa, penghambat alfa, atau penghambat beta, seperti bisoprolol
- Peningkatan risiko terjadinya hipertensi jika digunakan dengan antidepresan trisiklik, atau stimulan, seperti methylphenidate
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan bersama digoxin atau obat antikolinergik
- Peningkatan risiko terjadinya serotonin syndrome jika digunakan bersama antidepresan golongan SSRI atau trisiklik
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dextromethorphan jika digunakan dengan haloperidol atau amiodarone
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping pusing, kantuk, dan sulit berkonsentrasi jika digunakan dengan antihistamin atau pereda nyeri opioid
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika digunakan bersama metoclopramide, domperidone, probenecid, atau isoniazid
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika paracetamol digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
Guna mencegah efek interaksi obat yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika akan menggunakan obat lain bersama Paramex Flu dan Batuk.
Efek Samping dan Bahaya Paramex Flu dan Batuk
Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan Paramex Flu dan Batuk. Namun, beberapa kemungkinan efek samping yang dapat terjadi meliputi:
- Kantuk
- Mulut kering
- Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, muntah, atau sembelit
Hentikan penggunaan Paramex Flu dan Batuk jika terjadi susah tidur, jantung berdebar, atau pusing.
Meski jarang terjadi, konsumsi Paramex Flu dan Batuk bisa menimbulkan efek samping yang serius. Segera ke dokter jika timbul keluhan berikut:
- Susah buang air kecil
- Detak jantung terlalu cepat atau tidak beraturan
- Gemetar atau tremor
- Timbul halusinasi, linglung, atau gelisah yang parah
- Gangguan fungsi hati, yang gejalanya antara lain sakit di perut bagian kanan atas, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat atau keabu-abuan seperti dempul, kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
Melalui fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda dapat melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan langsung melakukan booking dalam beberapa klik. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi secara online guna mendapatkan informasi medis lebih lanjut sebelum ke fasilitas kesehatan.
Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul gejala alergi berat setelah mengonsumsi Paramex Flu dan Batuk. Gejala alergi obat meliputi ruam kulit yang meluas atau disertai lepuhan, gatal-gatal, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, atau sesak napas.