Bronkodilator

Pengertian Bronkodilator

Bronkodilator adalah kelompok obat yang bisa digunakan untuk memperlancar pernapasan. Ada tiga jenis obat bronkodilator yang umum digunakan, di antaranya:

  • Antikolinergik (tiotropium, ipratropium, glycopyrronium, dan aclidinium)
  • Agonis beta-2 (salmeterol, salbutamol, dan formoterol)
  • Teofilin
Berdasarkan waktu kerjanya, bronkodilator dibagi menjadi dua, yaitu reaksi cepat dan reaksi lambat. Bronkodilator reaksi cepat biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami gejala sesak napas secara tiba-tiba. Sedangkan bronkodilator reaksi lambat biasanya ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penderita penyakit paru-paru kronis atau asma.

Bronkodilator bekerja dengan cara memperluas bronkus (saluran pernapasan) dan merelaksasi otot-otot pada paru-paru sehingga proses bernapas menjadi lebih ringan dan lancar.

[caption id="attachment_351349" align="alignnone" width="650"]Asian woman using her inhaler on couch Asian woman using her inhaler on couch[/caption]

Tentang Bronkodilator

Golongan Kelompok obat pelega pernapasan
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi gejala sesak napas
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Inhaler, tablet, sirop, suntik

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau menyusui, sesuaikan dosis bronkodilator dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, diabetes, epilepsi, dan hipertiroid.
  • Jangan menggunakan bronkodilator bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan. Beberapa contoh obat yang harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter adalah diuretik, obat penghambat monoamin oksidase, obat-obatan asma pada umumnya, obat penghambat beta, dan obat antidepresan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan bronkodilator, segera temui dokter.

Dosis Bronkodilator

Berikut ini dosis penggunaan bronkodilator berdasarkan nama-nama obatnya:
Nama Obat Bronkodilator Kelompok Usia Dosis
Ipratropium Anak-anak usia di atas 12 tahun, dewasa, sampai lansia 250-500 mikrogram dengan frekuensi pemberian 3-4 kali sehari.
Anak-anak usia 6-12 tahun 250 mikrogram hingga dosis maksimal 1 mg/ hari. Interval pemberian ditentukan oleh dokter.
Anak-anak usia di bawah 6 tahun 125-250 mikrogram hingga dosis maksimal 1 mg/hari. Diberikan hanya untuk serangan asma akut.
Glycopyrronium Anak-anak usia 18 tahun ke atas, dewasa, dan lansia 50 mikrogram dengan frekuensi pemberian satu kali sehari.
Salmeterol Dewasa 50-100 mikrogram dengan frekuensi pemberian dua kali sehari (pada kasus asma dan penyakit paru-paru kronis)
Anak-anak usia 4 tahun ke atas 50 mikrogram dengan frekuensi pemberian dua kali sehari. Untuk kasus penyakit paru-paru kronis, pemberian salmeterol tidak direkomendasikan.
Salbutamol Dewasa 2-4 mg dengan frekuensi 3-4 kali sehari
Anak-anak usia 6-12 tahun 2 mg dengan frekuensi 3-4 kali sehari
Anak-anak usia 2-6 tahun 1-2 mg dengan frekuensi 3-4 kali sehari
Teofilin (tablet) Anak-anak usia 6-12 tahun Berat 20-35 kg: 120-250 miligram dengan frekuensi pemberian dua kali sehari.
Anak-anak usia di atas 12 tahun sampai dewasa 250-500 miligram dengan frekuensi pemberian dua kali sehari.
Lansia Konsultasikan dosis kepada dokter

Menggunakan Bronkodilator dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat-obatan bronkodilator sebelum menggunakannya.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan bronkodilator pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

Bagi pasien yang lupa menggunakan bronkodilator, disarankan untuk menanyakan hal tersebut kepada dokter. Jangan menggandakan dosis bronkodilator pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Bronkodilator

Sama seperti obat-obat lain, bronkodilator berisiko menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini adalah:
  • Mulut kering
  • Batuk-batuk
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Tangan gemetar
  • Kram otot
  • Jantung berdebar