Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang menyebabkan kadar gula darah meningkat akibat kelainan pada kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin. Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling sering terjadi.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berfungsi membantu gula darah (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Pada diabetes tipe 2, tingginya kadar gula darah terjadi akibat resistensi insulin, yaitu kondisi sel ketika tubuh tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik.

Diabetes Tipe 2 - Alodokter

Diabetes tipe 2 dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Selain orang dewasa, kondisi ini juga makin banyak dialami oleh anak-anak dan remaja.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin, yaitu ketika tubuh menjadi kebal atau tidak responsif terhadap insulin. Akibatnya, gula tidak dapat masuk ke dalam sel dan menumpuk di dalam darah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pankreas harus bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin agar glukosa dapat masuk ke sel. Namun, seiring waktu, kemampuan pankreas menurun sehingga kadar gula darah tetap tinggi.

Penyebab resistensi insulin masih terus diteliti. Namun, ada dugaan bahwa diabetes tipe 2 dipicu oleh kombinasi faktor-faktor di bawah ini:

  • Kondisi genetik yang berperan dalam cara tubuh untuk memproduksi insulin
  • Berat badan berlebih atau obesitas yang berisiko menimbulkan resistensi insulin pada sel
  • Sindrom metabolik, berupa gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, dan lingkar pinggang yang melebihi normal
  • Kerusakan pankreas, yang mengakibatkan gangguan terhadap proses produksi insulin

Faktor risiko diabetes tipe 2

Risiko terkena diabetes tipe 2 lebih tinggi pada orang yang berusia 45 tahun ke atas atau memiliki keluarga inti yang juga menderita diabetes tipe 2.

Selain itu, risiko terkena diabetes tipe 2 juga meningkat pada orang yang memiliki beberapa kondisi berikut:

  • Prediabetes
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Kadar kolesterol HDL rendah
  • Diabetes gestational, yaitu diabetes yang terjadi selama kehamilan
  • PCOS

Selain dipicu oleh kondisi di atas, gaya hidup berikut ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2:

  • Pola makan yang kurang sehat, seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula
  • Kurang berolahraga atau beraktivitas fisik
  • Kebiasaan merokok
  • Stres berkepanjangan
  • Kurang istirahat atau kurang tidur

Meski umumnya terjadi pada orang dewasa, diabetes tipe 2 juga dapat dialami oleh anak-anak dan remaja, terlebih bila mereka memiliki faktor risiko di atas. Selain itu, seseorang juga lebih mudah terserang kondisi ini seiring bertambahnya usia.

Gejala Diabetes Tipe 2

Gejala diabetes tipe 2 umumnya berkembang secara bertahap dan sering kali tidak disadari pada tahap awal. Pada beberapa kasus, kondisi ini baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Keluhan diabetes tipe 2 yang dapat muncul antara lain:

  • Luka sulit sembuh
  • Penglihatan kabur
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Sering merasa haus dan lapar
  • Mudah lelah
  • Sering buang air kecil

Kapan Harus ke Dokter

Gejala diabetes tipe 2 sering kali sulit dikenali. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, terutama jika Anda memiliki faktor risiko penyakit ini. Deteksi dan penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala diabetes tipe 2, terutama bila disertai dengan keluhan berikut:

  • Napas berbau seperti buah
  • Mual dan muntah parah
  • Nyeri perut hebat
  • Linglung
  • Penurunan kesadaran

Untuk mendapatkan saran awal, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter secara online melalui fitur Chat Bersama Dokter.

Diagnosis Diabetes Tipe 2

Untuk mendiagnosis diabetes tipe 2, dokter akan menanyakan gejala dan penyakit yang pernah atau sedang dialami pasien serta keluarganya, dan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter akan melakukan serangkaian tes gula darah berikut untuk memastikan diagnosis diabetes tipe 2:

  • Tes HbA1c, untuk mengukur rata-rata kadar gula darah dalam 2–3 bulan terakhir
  • Tes gula darah puasa, untuk mengukur kadar gula darah setelah berpuasa minimal 8 jam
  • Tes toleransi gula darah, untuk menilai respons tubuh terhadap gula setelah mengonsumsi larutan gula khusus
  • Tes gula darah sewaktu, untuk mengukur kadar gula darah pada waktu yang acak tanpa perlu berpuasa

Untuk memastikan diagnosis, dokter umumnya akan melakukan lebih dari satu jenis tes darah. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan guna memastikan jenis diabetes atau menilai adanya komplikasi.

Pengobatan Diabetes Tipe 2

Penanganan diabetes tipe 2 bertujuan untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Dokter akan menentukan terapi sesuai kondisi pasien, yang dapat meliputi:

1. Perbaikan pola hidup

Penerapan pola hidup sehat merupakan langkah awal dalam mengendalikan kadar gula darah agar tetap normal. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Berolahraga secara rutin sesuai anjuran dokter
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tinggi serat, dan rendah lemak
  • Membatasi asupan gula, termasuk menggunakan pemanis pengganti bila diperlukan, sorbitol atau stevia

2. Obat-obatan

Jika perbaikan pola hidup belum cukup, dokter dapat meresepkan obat diabetes, seperti:

Jika obat-obatan di atas tidak efektif, dokter dapat memberikan suntik insulin. Insulin tersedia dalam beberapa jenis yang masing-masingnya bekerja dengan cara berbeda. Diskusikan dengan dokter mengenai jenis insulin yang tepat bagi Anda.

3. Operasi bariatrik

Operasi bariatrik dapat menjadi bagian dari penanganan diabetes tipe 2 pada pasien dengan obesitas. Selain membantu menurunkan berat badan, prosedur ini juga dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.

Penderita diabetes disarankan untuk rutin memantau kadar gula darah secara mandiri dengan menggunakan alat tes gula darah. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kapan dan seberapa sering pemeriksaan ini perlu dilakukan.

Selain tes gula darah mandiri, pemeriksaan laboratorium secara berkala juga perlu dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Tes HbA1c, untuk menilai kontrol gula darah jangka panjang
  • Tes urine, untuk mendeteksi bila ada komplikasi
  • Pemeriksaan kadar kolesterol, fungsi hati, dan ginjal
  • Pemeriksaan mata dan kaki, untuk mendeteksi kerusakan saraf atau pembuluh darah
  • Pemeriksaan jantung, untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular

Komplikasi Diabetes Tipe 2

Jika tidak terkontrol dengan baik, diabetes tipe 2 dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Gangguan penglihatan (retinopati diabetik)
  • Gagal ginjal
  • Luka diabetik (ulkus diabetik)
  • Penurunan fungsi otak, termasuk peningkatan risiko terkena penyakit Alzheimer

Pencegahan Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat berikut:

  • Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang
  • Memilih makanan tinggi serat, serta rendah lemak dan rendah kalori
  • Menghindari konsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak tinggi
  • Berolahraga secara rutin
  • Menjaga berat badan ideal

Selain melakukan beberapa upaya di atas, orang yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin agar kondisi ini dapat dideteksi lebih awal.